"Ken..." Batin Ara. "Ara..." Batin Ken. Ken hendak melangkah untuk mendekati Ara setelah pertemuan dua tatapan jarak jauh itu, namun Ara langsung berbalik dan masuk kembali ke toilet. Dia enggan untuk bertemu dengan Ken di waktu seperti ini. Meski yang lain seperti kesetanan bertemu dengan Ken, tapi beda dengan Ara yang sudah tersakiti dengan pria itu. Sampai di dalam toilet, Ara langsng menguncinya. Ia merasakan debaran jantungnya yang berdegup kencang. "Tidak. Aku tidak bisa. Mana mungkin aku bisa akting di depannya?. Aku hanya butiran debu dibandingkan kontestan yang lain. Lagipula, ini sangatlah tidak nyaman kalau beradu akting di depannya." Ara seakan tidak percaya dengan apa yang ada dalam dirinya. Di toilet itu hanya ada dirinya. Dia berjalan bolak-balik tidak karuan saking gu

