"Cantik sekali. Aku tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya. Duh, kenapa aku deg-degan hanya dengan melihatnya?. Ternyata tidak salah, aku masih memikirkannya." Batin Ken, menahan degupan dadanya yang terasa berbeda setiap kali menatap Ara. Dia menahan senyumnya atau nanti akan tertangkap dengan jelas oleh kamera di depannya. Lain halnya dengan Ara. "Aku membenci penampilan pria sekarang. Aku ingin menyetrika lengan yang bertato itu." Batin Ara, sedikit dongkol dengan melihat lengan Ken yang penuh dengan tato. "Ah, Ara, jangan peduli!. Dia tidak pantas mendapatkan perhatian darimu!. Ingat apa yang sudah ia lakukan padamu dulu, balas lah sekarang mumpung kamu diberikan kesempatan. Tampar, bila perlu gebukin sekalipun!" Dongkolnya lagi dalam hatinya. Ia sudah mengepalkan tangan, menaha

