Bab 40. Kontes Akting 3

2232 Kata

Ara keluar dengan deraian air mata. Ia menjadi pusat perhatian sejak baru melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. Ara tak peduli, sebab jauh dari itu semua hatinya sedang terombang-ambing oleh masa lalunya. "Ara, kamu kenapa?" Tanya Edward ketika melihat adiknya yang menangis. Baru saja dia hendak meninggalkan ruang kontes untuk sementara waktu karena ada satu dan lain hal yang harus ia urus, tapi ketika ia hendak beranjak pergi, ia melihat adiknya yang menangis. Ara berhambur ke pelukan kakaknya, menangis di balik dekapan itu. Tangisnya terdengar begitu jelas di lorong ruangan kontes ini. "Ara!" Ken keluar tidak lama semenjak Ara keluar, membuat para kontestan bertanya-tanya tentang apa yang telah terjadi sebenarnya, tentang hubungan apa yang terjalin antara Ken dengan Ara.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN