Sedangkan di satu sisi, lagi, Ken berlari menuju ruangan yang tadi disebutkan untuknya, mengatakan kalau ruangan itu menjadi ruangan rawat istrinya. Ia telat, tidak bisa melihat Aca melahirkan, namun dia senang karena anaknya lahir dalam keadaan yang baik-baik saja. Iya kan saja!. Ceklek. "Aca!" Ken berlari menuju brankar Aca. Perempuan itu sedang berbaring istirahat, dan wajahnya terlihat lelah. Ken langsung memeluk istrinya, memberikannya kecupan mesra. Dan bahkan pria ini menangis?. "Maafkan aku yang tidak bisa menemanimu melahirkan, Aca. Aku salah telah keluar dari apartemen pagi ini. Aku hanya mau mengurus beberapa hal untuk terakhir kalinya, bukan mau meninggalkanmu begitu saja." Ujar Ken. Dia masih memeluk Kasandra dengan erat, pun juga dengan perempuan itu. "Iya, tidak apa-a

