Bab 28. Duren Dibelah

1725 Kata

Apa yang sedang terjadi?. Lantai sudah dihiasi dengan baju-baju yang berserakan. Sepatu yang terkapar tak berdaya. Ranjang sudah tak bisa diharapkan untuk rapi lagi. Dan astaga, suara decapan siapa itu?. Author boleh ngintip sedikit, gak?. Sedikittt, aja. Mau lihat seberapa kacau dan panas kondisi suite room ini. Boleh? Boleh dong! Damn! Akhirnya belah juga durennya!. Di ujung sana, di atas ranjang kingsize sudah ada dua insan yang sudah bersatu. Sudah ada nafas yang berderu seru. Sudah ada tatapan yang tak mau dialihkan ke tempat lain selain mata pasangan satu sama lain. Namun ketika itu terjadi, jangankan menatap, mengalihkan pandangan pun tak mampu. Hanya bisa menikmatinya dan merasakannya dengan mata tertutup. Pula sudah ada bibir yang tak mau berpisah, berdecap mengiringi alunan mus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN