Bab 20. Pergi Untuk Tenang

2212 Kata

"Higon..." "Iya?" Higon langsung berbalik ketika ada yang memanggilnya demikian. Sedikit terkejut dengan apa yang ia lihat, terlebih orangnya yang beberapa hari ini sempat memberikan luka untuk perempuan tercintanya—Arabella. Bolehkah mengatakan demikian?. Higon tak pernah berpaling dari Ara, semenjak hari pertama mereka bertemu. Terlihat sangat jelas kalau Higon kecewa. Setelah membayar taksi, ia mengambil barang-barang yang sudah ia beli sebelumnya dan beranjak masuk ke lobi rumah sakit dengan cepat. "Higon, sebentar. Dengarkan aku dulu." Pinta orang itu pada Higon. "Untuk apa Edward? Sepertinya sudah tidak ada hal yang perlu kita bicarakan lagi. Aku dan Ara sudah sangat kecewa dengan sikapmu yang pengecut beberapa hari yang lalu." Ungkap Higon. Menunggu lift tersedia untuknya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN