Gavin membuka matanya ketika merasakan nafas di ceruk lehernya, dia terkejut saat Dewina tidur meringkuk bersandar di pundaknya. Gavin tidak bergerak karena tidak mau membangunkan Dewina, dia menatap dalam Dewina, memperhatikan setiap inchi wajah cantiknya. Cantik bak dewi Yunani, Gavin bersyukur dia mendapatkan istri seperti Dewina. Kepala Dewina bergerak, istrinya mengerutkan keningnya, perlahan tangan Gavin terulur mengusap pipi Dewina lembut, membuat Dewina kembali merasa nyaman dan tertidur lagi. Entah mimpi ada yang Dewina alami, Gavin mengusap rambut Dewina dengan lembut. Perlahan dia terbangun saat melihat di balik gorden yang sudah ada sinar matahari berusaha menerobos masuk. Gerakan Gavin membuat Dewina ikut terbangun. “Sudah bangun?” tanya Gavin. Dewina mengangguk pelan sembar

