Dewina memukul pelan lengan Gavin karena sungguh malu dengan ucapannya barusan, dia menuju kamar mandi, melewati Gavin begitu saja. Melihat sikap Dewina yang lucu seperti itu membuat Gavin tersenyum kecil, dia merebahkan dirinya diatas kasur, kelopak bunga mawar yang bertebaran membuat dia merasa agak geli. Gavin masih tidak percaya, detik ini dia sudah menjadi suami Dewina, ada yang mengganjal dalam hatinya, dia masih merasa canggung. Harus bagaimana dia bersikap kepada Dewina. Dering ponselnya membuat dia membuka matanya dan mengangkat teleponnya, nama Bara di sana, satu-satunya sepupu yang masih dekat dengannya. "Gav, sorry banget aku gabisa dateng ke acara pernikahan kamu, ini aku masih di Swiss," ucap Bara. Logatnya sudah bukan lagi orang Jawa, seperti bule yang berbicara bahasa Ind

