“Kak, jangan gitu dong sama Aqil” ucapku pada kak Fattah “Dek, kamu itu harus fokus sama...” “Skripsi kan? Iya kak, aku janji bulan ini sudah selesai skripsiku, aku itu perempuan yang punya rasa cinta, apa salahnya sih aku pacaran? Lagipula Aqil juga laki-laki baik” ucapku pada kak Fattah “Terserah kamu, kakak sudah mengingatkan, kalau kamu berbuat kesalahan jangan anggep kakak keluarga lagi” ucap kak Fattah “Lagipula, sebentar lagi aku bakal mutusin dia kak, kakak tenang aja, aku cuma mau nikmatin waktu sama Aqil, karena aku harus nikah sama orang lain” ucapku pada kak Fattah “Maksud kamu? Kenapa harus nikah sama orang lain?” tanya kak Fattah “Iya kak, karena pendonor darah mama itu cucu pemilik rumah sakit dan dia minta imbalan aku harus mau menikah sama dia” ucapku pada kak Fatt

