Monica membangunkanku perlahan, mengguncang pelan pundakku dan memanggil namaku, aku terbangun terduduk dan mendengar suara percikan air dari kamar mandi, sedang Monica kembali kekasurnya dan mengaca, dia menamati komedo di wajahnya dan melakukan peeling ringan, kulitnya putih bersinar Monica sangat pintar merawat dirinya, sangat berbeda dengan aku yang biasa tanpa polesan make up dan tidak pintar berdanda, tapi setidaknya aku tau produk perawatan dan menjaga wajahku tetap bersih tanpa make up. Aku mengambil handphone dan melihat jam, masih pukul enam pagi, aku membuka korden dan memperhatikan kamar laki-laki diseberang nomor 109, kamar Aqil, Rio dan Raihan masih gelap, beberapa anak ada yang sudah bangun, beberapa berjalan disekitar kolam, dan ada yang duduk dipinggiran kolam menanti jam

