"Enak ya jadi lo, kalau mau jadi ini ya jadi ini aja," ujar Icha. "Emangnya lo kenapa?" "Ya, gue bisa jadi apa yang gue mau. Semua masalahnya cuma satu, uang." Icha menutup bukunya. "Suatu saat bakal ada waktu di mana lo bakal bisa menjadi apa pun yang lo mau," ujar Erika. "Eh jadi gue udah temen deket ya nih? Kan lo udah mau cerita sama gue," ujar Erika tiba-tiba. Icha tersenyum tipis bahkan hampir tak terlihat tersenyum. "Lo bisa senyum? Wah momen langka nih, harus masuk salah satu keajaiban dunia," ujar Erika. "Paan sih, alay banget." "Oh ya, materi ini lo udah paham belum sih?" Erika mengeluarkan bukunya. "Ini? Udah sih, jadi ini tuh ...." Icha mulai menjelaskan penjelasannya secara lebih ringkas dan jelas. Harus Erika akui bahwa Icha menjelaskan seperti guru, bahkan guru l

