Asoka duduk manis di depan sanggar tarinya. Dia baru saja selesai mengajar murid-muridnya. Kini mengistirahatkan tubuhnya sambil menunggu kedatangan Aldo untuk menjemputnya. Setelah mereka lamaran, Asoka sekarang kemana pun bersama Aldo. Kemana pun ada Asoka di situ pasti juga ada Aldo. Bahkan kini Aldo tidak sungkan untuk main ke rumah Asoka. Begitu juga sebaliknya. Asoka selalu menyunggingkan senyumnya. Tangannya dia angkat ke udara dan ditatapnya dengan lekat. Di jarinya melingkar cincin emas dengan berlian putih ditengahnya. Terlihat sangat sederhana namun mewah. Sangat pantas dikenakan oleh tangan Asoka yang putih bersih. Itu adalah cincin tunangannya dengan Aldo. "Cantik sekali." Gumam Asoka pelan. "Lebih cantik kamu." Ucap seseorang dari pinggir Asoka. Asoka menolehkan kepal

