Bab 58

1419 Kata

Rumah sudah mulai sepi. Tamu undangan dan keluarga dari mempelai laki-laki sudah mulai pulang. Bahkan keluarga besar Asoka juga sudah berpamitan. Hanya tinggal keluarga inti Asoka, karyawan Nana yang membantu acara lamaran Asoka dan Aldo yang masih tinggal di sana. Dia masih betah memandang calon istrinya itu. Matanya tidak pernah bosan untuk melepaskan pandangannya dari Asoka, dia seperti tidak rela untuk memandang objek lainnya. "Kedip, Kak. Asoka nggak kemana-mana kok." Kata Nana pelan sambil meletakkan secangkir teh dihadapan Aldo dan Asoka. "Nggak ah, aku udah nemuin objek yang enak dipandang jadi nggak bisa berpaling ke yang lainnya." Jawab Aldo dengan mata yang tetap tertuju pada Asoka. Nana hanya berdecak pelan sedangkan Asoka menundukkan kepalanya kembali. Dia malu mendengar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN