Terdengar suara pintu kamar terbuka. Di sana berdiri seorang laki-laki dewasa dengan tubuhnya yang tegap. Dia memandang Asoka dan Nana bergantian dengan tangan yang masih memegang handel pintu kamar. Matanya menyorot pada dua perempuan yang beda usia tersebut. "Calon kamu dan keluarganya sudah datang." Kata laki-laki itu datar. Tidak ada senyum diwajahnya. Bahkan matanya terlihat berkaca-kaca. Nana tersenyum mendengar ucapan dari suaminya. Ya, laki-laki yang membuka pintu kamar itu adalah suaminya. Dia datang untuk memberitahukan bahwa keluarga dari pihak laki-laki sudah datang. Wajahnya terlihat sangat dingin. Tidak ada senyum yang menggores bibirnya, lempeng tidak ada ekspresi sama sekali. "Sekarang kamu harus turun, mereka sudah menunggu kamu dibawah." Kata Nana pelan. Dia memegan

