Bab 100

1987 Kata

Malam yang sepi tanpa sinar rembulan. Bintang yang biasanya tersebar di langit Singapura kini nampak sedikit. Jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Beberapa dari mereka bahkan terlihat redup tanpa sinar ada juga yang tidak muncul tak terlihat. Mendung yang sudah terlihat sejak sore tadi hingga kini belum pergi. Sesekali kilat menyambar membentuk segaris sinar yang menyeramkan. Walaupun tidak turun hujan namun mendung seperti ini membuat siapa saja yang akan keluar rumah menjadi enggan. Asoka duduk termenung di bangku taman. Tangannya masih menggenggam ponsel yang tadi dia gunakan untuk telvon. Ponsel itu bergetar karena tangannya juga bergetar. Tangisnya sudah mereda namun napasnya masih tersengal-sengal. Semilir angin yang tadi dia rasakan segar kini sudah hilang. Seakan-akan alam ikut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN