Bagas kembali mengetuk pintu ruangan Aldo. Ketika dia berada di mobil tadi sesuatu sangat mengganggu pikirannya. Ucapan yang harusnya dia katakan kepada Aldo namun belum sempat dia katakan mengganggu pikirannya. Bagas melongokkan kepalanya dari pintu. Dia menatap Aldo yang juga menatapnya dengan raut wajah terkejut. Mungkin laki-laki itu kaget mendapati dirinya yang kembali lagi. "Pesen aku cuma satu, jangan hanya melihat sisi negatifnya tapi juga lihat sisi positifnya. Setiap cobaan akan selalu ada hadiah yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya." Kata Bagas pelan. Aldo masih saja diam. Bagi Aldo sejak tadi Bagas hanya bicara sesuatu yang tidak berguna. Apa yang dibicarakan oleh Bagas tidak akan merubah semua yang sudah terjadi. Hadiah yang dimaksud oleh Bagas tadi sama sekali tida

