Bab 49

1300 Kata

Aldo menggenggam tangan Asoka yang hendak pergi dari ruang makan. Dia tidak ingin kekasihnya itu meninggalkan ruang makan ini. Masih ada banyak cerita yang belum selesai dia ceritakan. Apa yang dia ceritakan barusan hanya seperempat dari kisah masa lalunya. Inti dari kisah cintanya dengan Nana bukan itu, namun ketika Nana kembali memilih Bagas dan dia kembali memilih untuk melupakan Nana beserta kenangan-kenangannya. "Masih ada yang ingin Mas jelaskan." Kata Aldo pelan. "Sudah cukup, Mas. Semakin Mas bicara semakin hatiku sakit." Jawab Asoka tegas. "Kamu dengarkan dulu daripada nantinya kamu akan menyesal karena mengambil keputusan yang salah." Kata Nana datar. Wajahnya sangat dingin. Hatinya masih diselimuti emosi dan pikirannya kembali melayang ke masa lalu yang pilu. "Duduk dulu,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN