Bagas langsung berdiri dan menatap Aldo dengan tajam. Matanya menyorot Aldo dengan tajam. Dia menggerakkan giginya karena emosi. Nana yang melihat tingkah suaminya langsung ikut berdiri. Dia menarik pundak suaminya itu dan memintanya untuk duduk kembali. "Duduk, Mas." Kata Nana tegas sambil mendudukkan suaminya lagi. Bagas hanya menuruti ucapan istrinya namun dia masih saja emosi. Pak Ratno berdehem kecil, sedangkan Aldo dan Asoka menundukkan kepalanya. Aldo tidak ingin terpancing emosinya. Dalam situasi seperti ini bukan emosi yang harus ditonjolkan, melainkan berbicara dari hati ke hati. Seperti yang dulu dia lakukan dengan Pak Ratno dan Bu Eni. Dan saat ini dia juga ingin melakukan hal itu kepada Bagas. Tapi mungkin akan sedikit sulit. Mengingat bagaimana Bagas membencinya. "Kenap

