Aldo duduk terpaku di tempatnya. Sedangkan di depannya duduk seorang laki-laki setengah baya yang nampak santai sambil menikmati kopi hitam yang dia pesan tadi. Kopi itu masih mengepulkan asap sehingga sangat pas dihisap pada cuaca yang sedikit mendung ini. Hari belum benar-benar sore, namun matahari sudah tidak nampak di langit karena tertutup oleh awan hitam. Bahkan rintik hujan yang masih jarang nampak jatuh membasahi tanah. Sesekali terlihat kilat yang menyambar dan gemuruh yang terdengar di gendang telinga. Aldo sejak tadi tidak berani menatap laki-laki di depannya itu. Dia lebih memilih melihat ubin putih yang dipijaknya. Entah apa yang membuat ubin itu nampak lebih istimewa dibandingkan orang yang ada dihadapannya. Mungkin ubin itu tidak bisa berbicara dan tidak akan membuatnya

