Bab 38

1089 Kata

Aldo menyunggingkan senyumnya sedari tadi. Dia berpikir pertemuannya dengan Ratno akan kaku. Tapi ternyata dia bisa sesantai saat ini. Seperti dia sedang berbincang dengan teman sebayanya. Membicarakan banyak hal bersama. Bertukar pengalaman dan hobi. Hingga akhirnya Pak Ratno menyinggung tentang keseriusannya dengan Asoka. "Bagaimana Asoka di matamu?" Tanya Herman datar. Tangannya dia tautkan satu sama lain dan dia tumpangkan di atas lututnya dengan punggung yang menyandar di kursi. Matanya memandang lurus menatap Aldo yang duduk di depannya. Aldo mengganti raut wajahnya. Yang semula dia bisa santai dan menikmati pertemuan ini, sekarang dia merasa jika suasananya menjadi kaku dan dingin. "Bagi saya Asoka adalah gadis yang optimis, semangatnya tidak pernah kendur untuk mencapai apa y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN