Asoka masih menangis tersedu-sedu. Pertengkaran dengan orang tuanya sudah selesai sejak tadi namun dia masih terus menangis sampai sekarang. Asoka menelungkupkan wajahnya di bantal, suaranya masih terdengar terisak. Hingga sebuah tepukan halus mendarat di pundaknya. "Jangan nangis lagi." Kata Bagas sambil mengelus pundak adiknya pelan. Asoka membalikkan badannya. Dia duduk dan memeluk bantal. Air matanya masih terus menetes. Dia menatap kakaknya dengan lekat seakan-akan meminta perlindungan kakaknya. "Mas tau perasaan kamu." Kata Bagas lirih. "Mas seneng kan lihat aku batal nikah dengan Mas Aldo." Kata Asoka pelan sambil sesenggukan. Bagas tersenyum kecut. Semua orang menganggapnya jika kegagalan pernikahan Asoka dengan Aldo kali ini adalah kemenangan baginya, tapi nyatanya dia j

