Bab 70

1697 Kata

Ruang tamu yang luas dengan banyaknya ventilasi udara dan juga AC yang menyala namun masih memberikan kesan yang sesak. Semua orang yang berada di sana tegang, wajahnya sangat dingin dan menahan emosi agar tidak meluap. Pak Herman yang saat itu duduk di sofa yang menghadap langsung ke putrinya hanya bisa menampilkan wajah datarnya. Terlihat sekali jika dia sudah ingin meluapkan amarah, hanya saja dia masih mencoba untuk menahannya. Asoka duduk terdiam disofa yang berada disudut ruangan. Tangannya saling menggenggam erat satu sama lain. Wajahnya terlihat ketakutan namun dia mencoba untuk menyembunyikan itu. Apapun yang nanti akan terjadi dan bagaimana reaksi keluarganya, Asoka mencoba untuk tetap menerimanya. "Jangan hanya diam saja. Cepat katakan." Kata Pak Herman dingin. Dia menatap p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN