Bab 102

1913 Kata

Asoka menyimpan kembali ponselnya. Dia lantas masuk ke dalam asrama. Namun sebelum dia masuk ke dalam asrama dia berkaca terlebih dahulu. Dia melihat apakah wajahnya terlihat jika dia habis menangis, pastinya dia tidak bisa menyembunyikan wajah sembab itu. Asoka berjalan gontai ke arah kamarnya. Pandangannya kosong menatap ke lantai. Percakapannya dengan Aldo tadi tidak bisa dia lupakan. Bahkan telinganya seakan-akan masih mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Aldo. "Makan, yuk." Kata seseorang yang tiba-tiba di samping Asoka. Asoka berjinggat kaget mendengar suara orang yang tiba-tiba ada di sampingnya. Laki-laki itu menyandarkan punggungnya ke tembok sambil menatapnya. Tak lupa senyum manis yang merekah di bibirnya seakan-akan ingin menularkan kebahagiaan kepada Asoka. Namun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN