"Tidak ada yang perlu diperbaiki lagi, Cakra. Kita sudah selesai. Kamu dan aku bukan siapa-siapa lagi," tegas Mori. Ia sudah melupakan rasa kikuknya, tergantikan dengan rasa marah, juga takut. "Namun aku ingin memperbaikinya. Memperbaiki semua hal yang pernah kita lalui." "Tapi aku tidak." Cakra kembali menyesap kopinya tanpa raut terganggu sedikit pun atas respon ketus Mori. "Kenapa?" Kenapa dia bilang? Mori meraup wajahnya yang mungkin menampilkan raut nelangsa. Ia sungguh tidak habis pikir dengan jalan pikiran mantan suaminya ini. "Harus berapa kali aku bilang kalau kita sudah selesai, Cakra. Sudah 4 tahun, Cak. Jika kehadiranmu ini—yang sebelumnya tidak pernah aku pikirkan setelah perpisahan itu, hanya untuk berteman biasa tanpa melibatkan masa lalu, mungkin aku akan menyanggupin

