"Melamun tidak bisa membuatmu kaya," celetuk Anca dengan asal saat berdiri di samping Mori yang melamun. "Apa, sih, ngangetin aja!" gerutu Mori sembari mengusap dadanya. "Sedang apa di sini?" tanya Anca, sekedar basa-basi. Ia juga tidak tahu kenapa kakinya melangkah ke arah Mori saat melihat sosok perempuan itu. "Habis ketemu teman," jawab Mori dengan nada pelan. Tenaganya telah terkuras habis usai mengobrol dengan Cakra. Untungnya lelaki itu segera pergi setelah mendapat telepon dari rekan kerjanya. Jika tidak, Mori tidak tahu bagaimana nasibnya atas ucapan Cakra yang berhasil mengorek sesuatu yang telah ia pendam. Mencarimu. Kata itu selalu terngiang-ngiang di kepala Mori. Meski ia mempertanyakan maksud Cakra, tapi Mori tidak berniat bertanya lebih lanjut. Karena dapat ia tebak, Cak

