Usai memastikan Mori masuk ke rumah, mobil Anca langsung meluncur ke alamat apartemen Dewi. 'Anca, aku sakit perut. Bisakah aku minta tolong ke kamu untuk membelikanku obat? Kalau kamu ngga sibuk, sih' Begitulah kira-kira isi pesan yang dikirim Dewi sepuluh menit yang lalu. Tanpa membalasnya, Anca langsung menuju ke sana dan menyempatkan singgah ke apotek. Tidak memakan waktu lama untuk Anca tiba di kediaman Dewi. Karena saat ini ia sudah berdiri di depan pintu apartemen perempuan itu. Ia tidak melakukan apa pun dan berniat memencet bel pun tidak. Pertama kalinya Anca menginjakkan kaki di sini ialah saat sang Kakek meminta Anca menjemput Dewi ke acara makan malam antara keluarga mereka. Rasa bimbang perlahan menjalar di hati Anca. Di satu sisi ia khawatir akan kesehatan Dewi, sedang di

