Bab-48

1033 Kata

"Aku akan melupakan semua tindakan bodohmu beberapa waktu lalu, jika saat ini kamu bersedia menikahinya dan menjauhi perempuan itu sebelum aku turun tangan," kata Fernando dengan nada tenang tapi sarat akan penekanan. Saat ini ia sedang duduk di sofa ruang kerja Anca di kantor. Lelaki itu tidak akan repot-repot mengunjungi sang cucu jika tidak mau membahas sesuatu—yang biasanya selalu bertentangan dengan pilihan sang cucu. Anca menutup laptopnya dan ikut bergabung dengan Fernando, duduk di sofa single sebelah kanan, sedangkan di sebelah kiri ada Delfan yang duduk dengan canggung. Tadinya lelaki itu ingin keluar, tapi ditahan oleh Fernando.  "Tidak ada alasan untukku menikahi dia, Kek," ujar Anca dengan tenang sembari melonggarkan dasinya. "Ada." Fernando tersenyum misterius. Sedang Anc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN