Bab-15

1706 Kata

Mori sangat menyayangi Cece, tentu saja. Tapi tetap saja ia kesal jika perempuan yang sudah dianggapnya sebagai kakak ini bertanya hal yang tidak mungkin terjadi. "Enggak gitu, Ce. Dia tinggal di sini nggak gratis, dia bayar, dan uangnya itu sudah aku terima dari jauh-jauh hari," kata Mori, memelas.  "Tinggal balikin apa susahnya? Dan sejak kapan kamu mata duitan?"  Sejak aku jadi pengangguran lah! Kamu kira cari kerja itu gampang! Tentu saja ungkapan itu hanya bergema di benak Mori. Nyatanya perempuan itu hanya memijit pelipisnya sambil melirik Anca yang terlihat tidak peduli-tetap menyantap makanannya dengan khidmat.  Lagi pula, Mori tidak sepicik itu. Toh dari awal ia sudah mengusir Anca dan ingin mengembalikan sisa uangnya. Hanya saja tidak semudah itu, dan Mori yang polos atau bod

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN