Bab-16

873 Kata

Sudah seminggu semenjak kepergian Anca dari rumah ini, maka sudah selama itu pula Mori kerap melamun di setiap kesempatan. Perempuan itu merasa ada yang hilang dari rutinitasnya beberapa waktu lalu. Setiap bangun pagi, Mori telah terbiasa menghampiri kamar Anca dan menggedor pintu itu jika si pemiliknya masih bergelung dalam selimut.  "Jangan membiasakan diri mengkonsumsi makanan cepat saji dan mie instan, Mor. Miskin boleh, tetapi kesehatan tetap harus diutamakan. Bayangkan kalau kamu sakit sedangkan kamu sedang miskin-miskinnya. Apa nggak repot, tuh?" Nasihat berselubung penghinaan itu masih terekam jelas di ingatan Mori. Anca mengatakannya saat ia selesai mencurahkan isi hatinya perihal alasannya memilih kabur. Saat itu, Anca juga meminjam ponsel Mori untuk menghubungi seseorang. Mor

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN