Mori malangkah lunglai usai turun dari angkot. Hari ini ia tidak membawa Vespa, masih kesal dengan ucapan Anca tempo lalu yang mengatakan jika Vespanya tak layak untuk digunakan lagi. Saat ini Mori harus berjalan kaki selama kurang lebih lima menit menuju rumahnya. Namun baru beberapa langkah, sebuah tarikan di lengannya membuat Mori terpekik tertahan. Seorang pria tinggi menarik Mori masuk ke mobil secara paksa. Mori jelas memberontak, bahkan perempuan itu sampai menendang apa pun yang ia dapat serta meninju bahu pria yang menariknya itu. Tidak sampai di situ, Mori juga berteriak histeris. Tapi nahas, sebuah kain menyumpal mulut Mori hingga dirinya benar-benar terdorong ke dalam Mobil. Tidak butuh waktu lama, mobil hitam itu melaju, tak menghiraukan teriakan dan tendangan Mori yang memb

