Bab-32

1179 Kata

Hari ini Anca pulang lebih awal dari kantor, jengkel karena terus diteror dengan mulut mercon Delfan serta kedatangan Dewi yang tak disangka-sangka. Terlepas dari itu semua, Anca kini dapat bernapas lega, entah karena lepas dari jeratan Delfan dan Dewi atau karena perempuan mungil yang menjadi objek pengamatannya sejak tadi. "Kalau suka bilang dan disamperin, jangan dilihatin aja sampe tuh mata mau keluar dari tempatnya." Fafa tersenyum mengejek seraya mendaratkan bokongnya di samping Anca yang mendengkus. "Kamu ngomong apa, sih?" Fafa mencibir. "Perempuan seperti dia itu banyak yang suka di luar sana, Bang. Mori itu cantik—" "Bermulut pedas," potong Anca dengan raut tak tertarik. "Ah, masa, sih? Selama Mori kerja di sini kulihat dia tipe yang menyenangkan, ramah dan sopan," kata Faf

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN