Bab-33

1094 Kata

"Sepertinya aku melewatkan sesuatu." Anca menghampiri Mori, menarik perempuan itu agar menempel di tubuhnya.  Mori mengucap syukur sebanyak-banyaknya. Ia tidak pernah selega ini dihampiri Anca. Beruntung sekali Anca datang di saat yang tepat, di mana Cakra menanyakan sesuatu—yang bagi Mori tidak penting.  Anca mengulas senyum tipis ke arah Cakra dan dibalas hal serupa oleh lelaki itu. "Cakra." "Anca." Kedua lelaki itu berjabat tangan dan saling melempar tatapan tajam atau cuman perasaan Mori saja? Akan tetapi, ada yang mengganggu pikiran Mori, yaitu perihal statusnya sebagai mantan istri Cakra. Bukannya Mori enggan mengakui jika dirinya seorang janda, melainkan hati kecilnya mengatakan belum saatnya ia membuka diri di hadapan orang lain, terlebih itu Anca—orang baru dan Mori sendiri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN