bc

LIKA-LIKU KEHIDUPAN BU FARIDA

book_age16+
0
IKUTI
1K
BACA
HE
submissive
kickass heroine
drama
bxg
no-couple
lighthearted
office/work place
professor
like
intro-logo
Uraian

Apa jadinya jika pengabdian 15 tahun dibayar dengan janji palsu? Farida, lulusan sarjana pendidikan yang penuh semangat, harus menelan kenyataan pahit: tidak ada sekolah yang mau menerimanya. Hingga akhirnya ia diterima di SDN Banyubening I sebagai guru honorer. Dengan gaji 400 ribu dan segudang tugas, ia bertahan. Berpegang pada satu kalimat dari Kepala Sekolah: _"Tiga tahun lagi ya Bu, Dapodiknya kami urus."_ Tapi tiga tahun berlalu. Lima tahun. Sepuluh tahun. Yang datang justru nepotisme, perlakuan tidak adil, dan rasa diperalat. Di titik terendah, saat pabrik menolak dan tetangga meremehkan, Farida memilih jalan lain. Dari jualan es keliling, les privat, hingga akhirnya membangun usaha sendiri. Ia gagal jadi PNS. Tapi ia berhasil menyekolahkan anaknya sampai S1, merenovasi rumah, dan menjadi pemilik franchise. Ini kisah tentang sabar yang bukan berarti pasrah. Tentang ikhlas yang bukan berarti lemah. Karena terkadang, "pahlawan tanpa tanda jasa" tidak butuh SK. Cukup dengan keluarga yang bangga dan hati yang tenang. lika-liku Kehidupan Bu Farida merupakan kisah tentang Sebuah perjuangan hidup untuk menjadi lebih baik.

chap-preview
Pratinjau gratis
bab I perjuangan seorang fresh graduate
Author POV mencari pekerjaan tak semudah kelihatannya, meraih cita-cita tak semudah yang kita kira. begitulah kira-kira perjuangan teman kita yang satu ini yang bernama Farida. ia merupakan seorang lulusan mahasiswa dari sebuah lulusan universitas ternama. universitas negeri Islam malang atau yang biasa disingkat UNISMA jurusan pendidikan guru bahasa inggris. sejak kecil Farida memang suka mempelajari bahasa inggris, ditambah ia selalu mendapatkan nilai yang sempurna di mata pelajaran itu makanya ia memutuskan untuk mengambil jurusan bahasa Inggris dan menjadi guru merupakan cita-cita nya dari kecil. masa masa kuliah selama empat tahun ia jalani dengan baik, meskipun kerap kali mengalami kesulitan namun Farida tetap tak berputus asa. setelah skripsi selesai dan sudah lulus melewati masa yudisium, Farida mencoba untuk melamar pekerjaan guru di beberapa sekolah negeri baik SD maupun SMP semua Farida jelajahi. namun bagaimana ya realita tak semanis ekspetasi. Farida melamar pekerjaan menggunakan cara yang jujur yaitu tanpa dukungan orang dalam, ia nekat melamar dibeberapa sekolah negeri dan hasilnya pun bermacam-macam. ada yang menolak secara terang-terangan, ada yang menolak secara halus karena sekolahan sudah mempunyai guru PPPK jurusan bahasa Inggris ada yang jujur yang tidak mau menerima tenaga honorer karena sudah dilarang oleh pemerintah, ada juga yang seolah-olah menerima namun tak memberikan tanggapan. ada yang hanya menerima lalu membiarkan tanpa bertindak lebih jauh dan bermacam-macam. 2 bulan telah berlalu, masih belum ada satupun pihak sekolah yang menghubunginya. kali ini Farida pasrah, mungkin ia belum ditakdirkan menjadi guru atau Allah SWT sedang menyiapkan rencana lain yang lebih baik. akhirnya bulan November yang ditunggu-tunggu Farida pun tiba, bulan dimana dia resmi di wisuda di barengi dengan keluarga tercinta Farida begitu bahagia merayakan kelulusannya. meskipun setelah lulus, Farida masih bingung arahnya mau ke mana namun ia tak putus asa ia memulai rencana baru yaitu menjadi pengusaha jualan makanan ringan anak anak seperti pentol bakar dll. Farida awalnya setelah lulus ia memberitahukan suaminya bahwa ia ingin mencoba melamar kerja di pabrik. namun, suaminya Rouf pada saat itu melarang. ia tak suka jika istrinya kerja capek-capek di pabrik, ia bahkan mengancam akan mogok kerja jika Farida tetap kekeuh dengan keinginannya. alasan suaminya sebenarnya karena takut jika perempuan kerja berat seperti di pabrik maka akan sulit mendapatkan keturunan, dan yang lebih membahayakan lagi ialah rawan perselingkuhan. sekalipun Farida bukanlah orang yang demikian, namun tetap saja Rouf tak mau dan tak ridho. bagi Rouf, jika Farida ingin membantunya bekerja maka cara satu-satunya ia lah harus menjadi guru atau jika tidak berjualan saja. menurut Rouf pekerjaan itu lebih ringan untuk istrinya yang tak pernah memikul beban berat. sudah beberapa bulan sejak lamaran itu ia lakukan namun, tak ada satupun yang menerima. Farida pun akhirnya memutuskan untuk berdagang saja. namun tidak untuk saat ini, karena ia masih memilih hari yang baik untuk memulai. Farida memutuskan untuk memulai berdagang setelah acara nikahan kakak iparnya yaitu "qorib" yang merupakan saudara kandung suaminya Rouf itu selesai, baik acara akadan maupun acara iring iring pengantin. secara modal Farida sudah siap, karena kakaknya yaitu kak Fendi telah mentransfer uang sebesar satu juta ke rekeningnya sebagai modal awal jualan. 1 Minggu Farida harus kembali lagi ke kampus untuk mengambil ijazahnya karena ada pengumuman dari kampusnya. disana ia bertemu lek Sukirman, seorang tukang ojek pengkolan yang dulu pernah mengantar Farida ke rumah dosennya untuk bimbingan skripsi. "gimana dah, udah dapat kerja" tanya lek Sukirman. "belum ada panggilan lek, entahlah" kata Farida jujur. "tapi kamu sudah melamar kan dibeberapa sekolahan?" tanya lek Sukirman. "sudah, doain aja ya lek semoga bisa keterima salah satu aja gak papa" kata Farida. "amiin tak doain semoga diterima dan bisa jadi guru" kata lek Sukirman. "amiin makasih lek" balas Farida. sampai sekarang Farida masih tak percaya jika ia bisa lulus dengan hasil terbaik yang pernah ia capai. selang satu hari setelah ia mengambil ijazah, waktu itu ia sedang sibuk mengurusi kegiatan rumah tangganya yaitu mencuci baju. siang itu, ketika Farida ingin istirahat ia tak menduga jika ada notif yang selama ini ia tunggu-tunggu yaitu notif dari kepala sekolah dari sekolah yang ia lamar. notif itu berisi dari nomor pak Aziz yang merupakan seorang kepala sekolah dari SDN BANYUBENING I. ia memberi pesan bahwa Farida disuruh datang untuk melakukan interview. hati Farida sangat senang dan berbunga-bunga. ia membalas pesan itu dengan mengatakan bahwa besok ia bersedia melakukan interview jam 9. sekolahan SDN BANYUBENING I memang tidak sebesar dan semegah bangunan sekolahan yang lain. namun, Farida tak masalah terhadap hal itu asalkan mimpi dan cita-cita nya terwujud ia akan berkomitmen sepenuh hati dalam mengajar dan melakukan hal yang terbaik bagi lembaga. awal mula Farida memang bingung, sampai-sampai ia dipersilahkan duduk oleh guru yang merupakan operator sekolah yaitu Bu Heni. di sanalah Farida bertemu dan bertatap muka langsung dengan pak Aziz. waktu itu pak Aziz menjelaskan tentang job desk yang akan Farida lakukan setelah diterima di lembaga ini. tugasnya satu yaitu menjadi guru bahasa Inggris, dua menjadi asisten guru PNS yang memiliki penyakit syaraf yaitu Bu Sumiyati. pak Aziz waktu itu terang-terangan bahwa menyuruh Farida untuk nyabang mengajar di sekolah lain. Farida pun hanya mengiyakan permintaan itu, tanpa diminta pun Farida akan tetap melakukannya namun bagaimana lagi mencari pekerjaan tanpa dukungan orang dalam sulitnya minta ampun. pak Aziz pun juga bilang bahwa gaji Farida yaitu dua ratus ribu perbulan. catat ya hanya dua ratus ribu. pak Aziz pun bilang "dipikir-pikir dulu Bu tawaran saya ini, semisal kalau berubah pikiran ya tidak apa-apa" kata pak Aziz yang membuat Farida ragu untuk sesaat. Farida memang awalnya ragu, namun setelah memberitahukan kabar ini kepada ibunya dan saudaranya, ia jadi yakin untuk menerima pekerjaan ini. "anggap saja awal-awal memang gajinya segitu, tapi makin lama makin ningkat deh percaya. kakak iparmu dulu juga honorer sama seperti kamu, bersabarlah ketika kamu sudah dapat dapodik nanti langkahmu untuk naik jabatan PPPK bisa lebih mudah tanpa harus kamu kuliah lagi" kata kakaknya Farida. mungkinkah setelah sekian lama ternyata cita-cita yang selalu ia doakan siang dan malam akhirnya tercapai juga. Allah SWT benar-benar mendengarkan doa hamba-nya terutama hamba yang yatim alias yang bapaknya meninggal. . gaji yang sedikit tak mampu meruntuhkan ketangguhan Farida dalam memilih berkecimpung di dunia pendidikan. seminggu pak Aziz masih memberikan Farida waktu untuk berfikir tentang kesanggupan Farida. dalam waktu satu Minggu lagi jika Farida bersungguh-sungguh bersedia maka ia resmi diterima kerja di lembaga tersebut

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Unscentable

read
2.0M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
781.6K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
2.0M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
1.0M
bc

A Warrior's Second Chance

read
371.0K
bc

Not just, the Beta

read
355.4K
bc

The Broken Wolf

read
1.2M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook