Bertemu

1464 Kata

Senyumnya yang penuh kehangatan yang bisa membuat siapapun merasa tenang, termasuk aku. Bisa dikatakan sekarang senyumnya adalah candu buatku. "Kenapa senyum-senyum begitu?" tegur Leo. "Kenapa? Memangnya aku tidak boleh tersenyum?" kataku. "Apa kau merindukanku?" tanya Leo lagi. Entah aku harus mengatakan yang sebenarnya atau berbohong. Tapi sungguh, aku benar-benar sangat merindukannya. "Aku..." "Katakan saja tentang apa yang sebenarnya kau rasakan padaku. Kau bisa mengatakan bahwa kau merindukanku. Tidak perlu bohong." Aku berdecak sebal, dia benar-benar suka membuatku blushing, benar-benar pria yang menyebalkan. "Aku tidak merindukanmu!" kataku dengan lantang. "Lalu mengapa kau datang menemuiku tanpa ada alasan yang jelas? Bukankah kau sendiri yang mengatakan dan menyu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN