Aku berlari menuju kamarku dengan isakan. Hatiku benar-benar sakit dan hancur. Aku tau aku juga salah, tapi apakah aku tidak berhak untuk memilih sesuatu yang bisa membuatku merasa bahagia? Mengapa aku merasa dunia tidak adil padaku? Aku berdiri di depan cermin besar. Ku amati setiap lekuk yang ada di wajahku, setiap inci pada kulitku. Aku masih bisa dengan jelas melihat bekas tamparan itu di pipiku. Rasa perih dan panasnya masih sangat terasa. Bolehkah aku menangis? Bolehkah aku berteriak? Mengapa aku merasa situasi ini benar-benar sangat sulit bagiku. Mengapa aku merasa bahwa aku tidak akan sanggup menghadapinya. Aku merasa sangat ketakutan. Aku mengutuk diriku sendiri karena membiarkan diriku terjebak dalam situasi yang menyiksa dan membingungkan ini. Aku hanya butuh dekapan yang

