Hari ini aku kembali ke rumah. Sudah beberapa hari terakhir aku tidak pulang dan hanya berada di markas. Rasanya kesepian ku mulai terasa tatkala ku lihat foto yang terpampang jelas di salah satu dinding di kamarku. Beberapa minggu terakhir, aku dan Vince tidak pernah bertanya kabar lagi. Mungkin dia sibuk dengan Veronica saat ini. Hari berjalan begitu cepat, rasanya aku benar-benar belum siap melewatinya sendirian. Bayangan wajah gadis itu kembali menari-nari dalam benakku, membuatku merasa tidak tenang. Senyumannya sudah hilang yang tersisa hanyalah makian saja. Aku tidak menyalahkan ini padanya karena ia tidak mau mendengarkan penjelasanku. Ini murni kesalahan ku yang terlalu mudah mengambil keputusan. Aku sama halnya dengan seorang penjahat yang saat ini menjadi buronan kepolisian

