Usai Ayah keluar dari kamarku aku mendadak seperti orang bodoh. Entah bagaimana sekarang. Apakah aku harus menjelaskan kepada ayah bahwa pria yang ayah maksud itu tidak seburuk apa yang ia pikirkan. Tapi kurasa percuma, ayah sepertinya tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan. "Bagaimana ini?" gumamku. Aku berjalan masuk dan kembali menutup pintu balkon. Aku berjalan ke arah meja nakas tempat dimana ayah menyimpan s**u untukku. Aku meneguknya hingga tandas lalu beralih menuju wastafel untuk mencuci muka dan juga menggosok gigi. Aku ingin mengakhiri kegelisahan ku malam ini dengan tidur. Walaupun akan sangat sulit bagiku tapi aku akan tidur saja daripada harus memikirkan hal ini. Dan kuharap esok adalah hari yang baik, dan bahkan lebih baik dari hari ini. Ku harap besok kami b

