"Lo mau jadi pacar gue atau gue laporin polisi?"
Sebenarnya della gak mau mikirin penawaran yang kelihatan nya sepeti sebuah ancaman. Tapi setelah di pikir pikir kaya nya Yuka gak main- main terbukti tadi pagi dia jemput gue kerumah, udah gtu di kantin juga dia berani nyamperin gue padahal disana ada teman teman gue ? Gumam della.
"Aarrgghhh... pusing gue. Kenapa harus Yuka sih?! Aelaahh... tahu gitu gak gue tolongin tuh anak. Kalo tahu malah bikin gue pusing !" Seru Della di dalam kamar .
"Dahlah .. gue mau tidur aja. Besok gue mesti berangkat lebih pagi, biar gak ketemu sama si Yuka "
Della pun memutuskan tidur cepat agar besok bisa melarikan diri dari Yuka .
***
Keesokan pagi nya Della sudah bangun dari jam 5 . Della pun langsung menelpon Erky untuk menemaninya berangkat sekolah sepagi ini.
Tuutttt
Tuuutttt
Tuuuttt
Tuuuttt
Tuuutttt
"Halo" suara erky serak, khas orang bangun tidur.
"Ky .. cepat bangun . Ayok kita ke sekolah! " ucap della.
"HAH? JAM BERAPA EMANG SEKARANG?" Erky pun melihat jam ternyata baru jam 05.10 .
"Yang benar aja della, gerbang aja belum di buka . Masih gelap ini di luar " jawab Erky .
"Pokok nya lo bangun, gue mau berangkat sekarang" ujar Della
" aarrgghh.. ya ampun dell setengah jam lagi deh gue masih ngantuk." Jawab Erky .
"Gak peduli. Pokok nya lo mandi sekarang! Gue ke rumah lo nih ya " ucap della
" aaghh.. iya iya, ini gue mandi"
"Bagus . Ok " jawab della sambil mematikan sambungan telepon.
Erky dan della beranjak ke kamar mandi masing masing untuk mandi, seteleh selesai mereka bersiap untuk berangkat sekolah .
Tepat jam 5.50 Della sudah berada di depan rumah Erky . Tepat Erky membuka pintu , Della sudah tersenyum manis . Erky terpaku sesaat ....
"Heh! Bengong . Ayok jalan" ucap Della sambil menarik tangan Erky .
" eehh tunggu bentar gue kunci rumah dulu" erky pun mengunci pintu rumah nya dan berjalan mengikuti della.
Mereka berdua berjalan menuju sekolah yang jarak nya 15menit jika di tempuh dengan jalan kaki .
"Tumben banget sih lo minta jalan pagi pagi, perasaan hari ini bukan jadwal piket lo deh." Tanya Erky
"Kenapa sih emang ky.. salah kalo gue rajin? Lagian enak jalan jam segini, Matahari nya belum panas ." Jawab Della.
"Tapi kan gue jadi belum sarapan del" ucap Erky.
"Yaelah kaya tiap pagi sarapan aja lo, udah nanti kita sarapan di kantin aja . Ok ?" Seru della
"Iya iya " jawab Erky .
Tibalah mereka berdua di sekolah. Benar saja sekolah masih sangat sepi . Della dan Erky menuju kelas mereka untuk meletakkan tas mereka, agar mereka bisa langsung ke kantin .
Sesampai di kantin, "mau makan apa lo ky ? " tanya della .
"Hhmm apa ya.. "Erky bingung karena uang dia terbatas. Sehari dia cuma bisa menghabiskan 10rb saja buat jatah dia makan, apalagi hari ini dia gak bawa bekal .
"Udah samain ajalah sama gue, gue yang traktir " ucap della.
" ehh jangan dell.. " cegah erky
" udah santai " ucap della
" Bu lontong sayur nya 2 ya pakai telor balado, yang 1 pakaiin perkedel 2 ya bu . Sama air mineral nya juga 2 " pesan della .
"Banyak amat del. Abis emang lo? " tanya erky .
"Laaah itu perkedel buat lo bukan gue, biar lo kenyang sampe sore. Ahaha" jawab della
" Hah? Jangan del .. mahal nanti lo bayarnya " ujar Erky.
" santai ih, kaya sama siapa aja " jawab della
Mereka berdua pun duduk, sambil menunggu pesanana mereka datang . Kebetulan karena kantin masih sepi mereka gak harus mengantri, dan makanan bisa di anter langsung ke meja mereka.
" hoooaamm.. masih ngantuk gue del" ucap Erky sambil merenggangkan kedua tangan nya.
"Permisi de.. ini pesanan nya " ucap penjual di kantin mengantarkan pesanan mereka.
" terima kasih bu " ucap mereka bersamaan.
Ketika mau mulai makan, hp Della pun bergetar . Menampilkan nomor asing, Della pun mengabikan nya .
Tapi telepon itu terus berdering, mau gak mau della pun mengangkat telepon nya .
"Halo " sapa Dela pada orang di sebrang telepon.
"Dimana lo?" Tanya si penelpon .
"Hah? Lo siapa? " tanya della
"Wah wah wah .. gila ternyata gue di lupain sama cewe gue sendiri " jawab si penelpon
" diihhh sakit lo?! Salah sambung lo! " Della langsung mematikan telepon nya.
" Siapa del yang telepon? " Tanya Erky.
"Gak tahu. Salah sambung . " jawab della.
Sedangkan penelpon disebrang sana, tersenyum licik .. " mau main main nih cewe sama gue" gumam si penelpon yang tiada lain adalah Yuka .
Yuka pun langsung memutuskan berangkat ke sekolah, karena saat ini posisi Yuka ada di sebrang rumah Della. Dia berniat menjemput Della untuk berangkat bareng ke sekolah .
Waktu pun berlalu , Della dan Erky mau kembali ke kelas karena sebentar lagi bel masuk berbunyi. Ketika mau ke kelas, della mau ke toilet terlebih dahulu dan menyuruh Erky untuk ke kelas duluan . Karena rasa mules di rasa oleh Della.
Ketika Della berjalan menuju toilet ...
"Grab .. "
tangan dia di tarik seseorang . Della sudah ketakutan melihat siapa yang membawa dia, tapi dia juga tidak mau berteriak . Dia pasrah saja di bawa kemana oleh Yuka . Yuka pun memasuki sebuah Gudang, dan menarik della lebih dalam , sambil ia menutup pintu gudang.
"Kita mau ngapain ka kesini? " tanya della pada Yuka
"Kemarin lo pulang sama siapa? " tanya Yuka
" hhmm .. sama teman gue ." Jawab della
" Siapa " tanya Yuka dengan Aura yang entahlah membuat della rasa nya takut sekali
" Erky nama nya" jawab della
Ditatap tajam oleh Yuka, siapa yang nggak menciut? Natap biasa aja udah kek mau ngebunuh, apa lagi ini natapnya kek mau makan orang.
Kedua tangan Della sampai mencengkeram erat pinggiran roknya. Mau nunduk atau menatap ke lain arah demi menghindari kedua mata Yuka, tapi itu hal paling susah. Tau kan, sejak awal mata Della ketemu sama mata Yuka, Della udah ngerasa kekunci.
"Lo dekat sama Erky?" tanya Yuka setelah beberapa detik hanya diam menatap wajah imut gadis di depannya.
Dellah hanya diam memilih untuk tidak menjawab.
"Napa lo bisa pulang sama dia ?" kek gini udah mirip sama laki yang nemuin ceweknya selingkuh.
Della meneguk ludah dengan sangat kesusahan. Bibirnya terbuka pelan, lalu ...
"Hhmm.. kita tetanggaan" jawab della sambil wajah menunduk ke bawah .
"Mulai hari ini lo pulang pergi sekolah sama gue " ucap Yuka, della kembali menatap Yuka.
" tapi..... "
"Dell.. lo gak lupa kan? Kalo lo cwe gue, gue gak suka cwe gue dekat dekat sama cowo lain . Karena ... semua yang ada dalam diri lo itu milik gue " ucap Yuka sambil tangan nya mendarat di wajah Della sedikit menarik wajah itu dan mengecup bibir Della dengan kepala yang miring.
Kedua mata Della melotot dengan jantung yang terasa berhenti berdetak.
Yuka sedikit mengulum bibir bawah Della yang sedikit terbuka. Detik kemudian Yuka menarik diri menatap wajah Della yang ekspresinya tidak berubah.
"Napas cantik ... " ucap Yuka. Yuka pun mendudukan della di atas meja yang tak terpakai. Yuka mendekatkan tubuh. Masuk di kedua kaki Della yang terbuka, kedua tangan nya mengungkung Della sampai mepet ke tembok dan menatap wajah cantik della dengan jarak yang sangat dekat.
Hidung keduanya saling bersentuhan. Deru nafas hangatnya pun saling menyapa. Debar di d**a sama-sama menyepat. Della memejamkan kedua mata ketika bibir Yuka mulai menyentuh bibirnya lagi. Satu tangannya mencengkeram lengan tangan Yuka. Untuk beberapa kali kecupan, sampai lumatan yang membuat Della bisa merasakan rasa rokok dari bibir manis Yuka.
Tangan Yuka menggenggam tangan Della, menuntunnya untuk melingkar di lehernya. Sekejap, rasa mules yang sejak tadi Della rasakan, itu mereda, luntur bersamaan dengan hangat dan lembutnya ciuman yang dia dapat dari Yuka.
Menit berlalu Yuka mulai menarik diri. Keduanya beradu kening dengan deru nafas yang sama-sama ngos-ngosan.
Jangan pernah bikin gue cemburu dell, karena tiap lo bikin gue cemburu.. lo bakal gue hukum seperti ini .
"Paham kan ... " Ujar Yuka
Della pun mengangguk .