Erky dan Della berjalan kembali menuju kelas mereka . Sepanjang koridor sekolah masih banyak anak - anak berlarian karena jam istirahat belum selesai .
"Eh gue duluan ya, mau ke perpustakaan dulu mau pinjam buku gue " ujar della .
" Ok. Gue jg mau lanjut ke kelas ngerjain tugas " jawab Erky .
Mereka pun mengambil jalan masing masing . Di perjalanan ke perpustakaan Della melihat segerombolan kakak kelas nya sedang menongkrong . Kakak kelas yang emang terkenal genk motor nya yang suka tawuran antar sekolah .
Ada Yuka , Galaxy, Dilan , dan masih banyak lagi anak anak yang Della tidak kenal .
" Permisi ka ... " Ujar Della
" Silahkan Cantik " jawab galaxy di iringi tawa anak anak yang lain .
" sini dong.. gabung sama kita aja " celetuk Dilan
" enggak ka, makasih. Aku buru buru" jawab Della sambil berlari .
Gerombolan anak anak itu pun pada tertawa .
" Ngapain sih kalian godain adik kelas kaya gtu ?! " ujar Yuka .
" yaelah yuk .. kenapa sih?! Seru aja.. lagian tuu adik kelas di lihat lihat manis juga " jawab Galaxy .
" Jangan macem macem deh lo pada, gue gak mau ya genk motor kita di Cap Genk Brandalan" Tegas Yuka .
" siap pak ketua " jawab mereka semua .
***
Sampailah Della di perpustakaan .
"Gila tuu kakak kelas nyeremin banget sih pada ngumpul disana?! Ngapain coba.. Nyesel gue ke perpus sendiri . Tahu gtu gue tarik si Erky buat nemenin gue " gerutu Della .
" mening gue telepon si erky ajalah buat nyusulin gue kesini, takut banget gue kalo balik ke kelas masih ketemu mereka lagi" gumam della .
Della pun mencoba berkali kali menelpon Erky . Setelah sambungan ke lima tapi Erky belum menjawab juga .
"Kemana sih nih anak. Awas aja kalo telepon gue gak di angkat ! "
Tidak lama kemudian Erky mengangkat telepon della.
" kenapa sih del? Udah kangen aja lo sama gue " jawab erky langsung
" dih . Apaan sih ky ?! Perpus dong buru! Temenin gua cepat " minta Della
"Laaah ngapain ? Tadi kata nya lo mau sendiri?! " tanya Erky, tapi sambil ia berjalan menuju perpus .
"Buru deh gak usah banyak nanya?! Cepat ya gua tunggu!!"
"Iya iya .. bawel banget sih yang udah kangen" jawab erky
Della pun langsung mematikan telepon Erky . Erky pun hanya tertawa saja .
Ketika di jalan Erky berpapasan sama Amel yang baru saja keluar dari ruang OSIS .
"Eh ky.. mau kemana? Bentar lagi masuk ini " tanya Amel
"Ini mel mau ke perpus nyusul si della" jawab Erky .
" oh.. oke " jawab amel dengan rawut muka yang entahlah .
"Bentar ya mel, bilang sm guru nya jangan masuk dulu sebelum gue datang! " jawab Erky .
"Laaah... ada gila gila nya lo ky" sahut Keysa
"Yaudah yak bentaran doang" erky pun pamit .
Sepeninggal Erky Amel masih aja memperhatikan Erky. Setelah itu amel menggeleng gelengkan kepala nya sambil bergumam " apa apaan sih gue, ngapain coba gue ngeliatin si erky " batin amel
Amel pun kembali menuju kelasnya karena sebentar lagi bel masuk pelajaran akan berbunyi.
***
Mendekati perpustakaan Erky melihat segerombolan seniornya yang sedang berkumpul . "Jangan jangan ini nih yang bikin si della telepon gue" batin Erky
" misi bang .. " ujar erky
" yooo " entah siapa yang menjawab
Erky pun berlari menuju ke perpustakaan . Di pintu masuk Erky mencari keberadaan Della . Erky bertemu dengan bu Viona .
" Siang bu .. lihat Della gak ya bu ? " tanya Erky .
" Oh della .. ada di belakang tuu dia, kata nya mau cari buku sejarah " jawab bu Viona .
" oke makasih bu " jawab erky .
Erky pun mencoba mencari della di lorong belakang, dan paz ketemu Erky mengagetkan della dengan menepuk bahu della
" Hayoooo "
" ish ... lo ya ki . Untung jantung gue gak copot " ujar della sambil memegangi d**a kiri nya .
" ahaha .. lagi serius amat lo ! Nyari apa sih udh mau masuk nih . Buru balik yok "
" iya ayok .. udah ketemu nih buku nya . Tadi gue cuma lihat lihat doang " jawab della sambil mengikuti langkah erky menuju pintu keluar .
"Udah ketemu ky pacar nya " ucap bu Viona .
" hah? Siapa bu pacar dia ? " tanya della
" loh .. bukan nya kalian pacaran? " jawab bu viona.
" iihh .. enggak ya bu . Dia maah teman saya dari orok, ya kali saya pacarin " jawab della .
Erky yang mendengar jawaban della hanya bisa tersenyum getir .
" yaudah bu kita kembali ke kelas dlu ya bu . Bel udah mau bunyi bu " sergah erky yang tidak mau percakapan della dan bu viona berlanjut .
Ketika mereka keluar dari perpustakaan, gerombolan senior tadi sudah pada bubar .
Erky dan della pun kembali ke kelas dengan tenang .
Sesampainya di kelas, teman - teman della dan erky pada ramai menggoda mereka ..
" cieee adel... pantes tadi buru buru balik dari kantin, ternyata mau mojok berdua an nih sama erky " celetuk Naomi .
" iya pantes aja si erky juga gue ajak ke kantin gak mau . Ternyata dia mau pacaran " jawab Yudi .
" kalian apaan sih . Berisik deh " jawab della sambil duduk di bangku nya .
Erky pun berjalan menuju kursi nya . Sesampainya di tempat duduk, yudi langsung mendekati erky .
" Udah buru tembak ky... ke buru duluan yang lain loh " seru yudi .
" nembak apaan ? " jawab erky
" heleh .. pura pura gak ngerti lo . Lu suka kan sama si della ? " seru yudi .
" hah? Kata siapa " jawab Erky
" yaelah ki.. yang buta maah si adel . Gue maah kagak " jawab yudi
" sialan emang lo. Ahaha " jawab erky .
Tidak lama guru pun datang dan mereka siap belajar kembali.
****
Setelah pulang sekolah seperti biasa Erky bersiap untuk bekerja di restauran orangtua Della .
Sedangkan Della sesampai di rumah ia bermalas malas an di kamar sambil menonton drama korea Favorite nya .
Sampai menjelang malam, della baru menyelesaikan tontonan nya dan bersiap untuk mandi .
Brakkk
" Heh! Anak cwe gini hari belum mandi " Ujar Rusdi abang della
" apaan sih bang . Kebiasaan banget masuk kamar gue gak ketok pintu dulu " jawab della .
" oh iya lupa gue kalo lo udah gede ya sekarang. Ahaha ... " jawab Rusdi
" dih .. apaan sih bang, gak jelas banget . Ngapain sih kesini ? " tanya della
" lo di suruh ke restauran tuu.. Daripada di rumah aja lo jadi kaum rebahan " jawab Rusdi
" aah malas gua. Lo aja sono ! " jawab della .
" enak aja lo., gak bisa gue abis ini ada acara sama teman teman gue. buru sana ! Bantu bantu .. jangan duit nya aja lo mau " seru Rusdi
" yeeee... yaudah sana keluar ! Gua mau mandi . " jawab della
" benar lo yaa mandi . Jgn masih scroll IG sm t****k lo ya ! "
" iya bawel " jawab della sambil mendorong rusdi keluar dari kamar nya.
"Bawel banget sih gue punya abang . Bisa gak sih dia gue tuker aja sama boneka labubu" gumam della .
Della pun bergegas mandi dan bersiap siap pergi ke restauran.
Satu jam kemudian setelah semua urusan nya selesai Della pun pergi ke restauran menggunakan motor matic yang ada di rumah . Sampai di tengah jalan ...
Bhuk!
"Aaw!" teriak Della.
Dia ditabrak dari belakang oleh seseorang yang memakai motor. Jatuh tersungkur dan mengusap kaki yang jadi nyut-nyutan. Della melirik cowok yang satu kakinya tertimpa motor KLX. Della beranjak bangun, melangkah dengan kaki yang pincang mendekati si cowok.
"Lo punya mata nggak sih? Motor lo jelas ada lampunya, masa' gue yang segede kangguru gini nggak keliatan?!" makinya, kesal pastinya.
Cowok itu melepas helm, melemparkan helm dan meringis memegangi lengan tangannya yang terluka. "Aaggh...."
Kedua mata Della melebar, dia langsung jongkok menatap ke arah tangan si cowok yang disela jari-jemarinya mengeluarkan darah. "Lo kenapa?"
"Berisik! tolongin gue sini..."
Della makin melotot mendengar suara serak ini. Pemilik kaca mata dan topi itu, suaranya samar. Tanpa pikir panjang, Della menarik motor, menyetandarkan motor itu dengan sedikit kesusahan. Lalu membantu si cowok untuk duduk dan berdiri. Dia mendongak, menatap wajah si cowok yang sudah terlihat pucat.
"Yuka" gumam Della lirih. Dia terkejut saat si cowok langsung melemas, menyandar ke tubuhnya yang lebih kecil. "Hey!" teriaknya, menggerakkan bahu untuk membangunkan si cowok. "Bangun, hey!"
"bantuin gue buat hentiin darahnya...." Ucap si cowok dengan suara lemah.
Della melirik ke kiri kanan yang memang masih ada beberapa pengendara, hanya saja... semua cuek. "Lo bisa ngebonceng, kan?"
Si cowok menggelengkan kepala. Tanpa pikir lebih lama lagi, Della membantu Yuka untuk naik kembali ke motor nya, lalu Della yang membawa motornya, menuju ke rumahnya. Di daerah sini kliniknya nggak ada yang dekat. Adanya agak jauh, bisa pingsan di tengah jalan kalau sampai dia nekat membawa Yuka ke sana.
Della melirik ke kiri kanan yang sepi, dia membuka pintu rumahya, lalu memapah Yuka untuk duduk di kursi ruang tamu. Nggak tega karna Yuka kelihatan sangat lemas, akhirnya dia membawanya masuk ke dalam ruang tamunya. Menidurkan Yuka di Sofa ruang tamu.
"Buka jaket lo, biar gue obati lukanya." Suruh Della.
Dengan cepat Della membantu melepaskan jaket, lalu ke dispanser mengambil air hangat. Kembali keruang tamu dengan handuk kecil dan panci serta segelas air minum tentunya . Pelan Della membersihkan darah yang begitu banyak .
"Keknya harus dijahit." Della berucap.
"Ambilin obat di saku celana." Ucap Yuka, sedikit memiringkan p****t, karna obat yang dimaksud ada di saku celana jeans bagian belakang.
Nggak enak sebenarnya, tapi ini demi kebaikan. Della merogoh saku celana dan mengambil plastik kecil berisi satu kapsul obat.
"Ini." dia mengulurkannya. "Nama lo siapa?" tanya Yuka sambil menelan obat itu.
Terlihat jakun si cowok bergerak naik turun, karena meminum obat itu. Dia melirik Della sebentar dengan pandangan yang mengabur.
" Gue Della "
Della melebarkan kedua mata, dia menatap si cowok lekat. "Hey, Yuka! Bangun." Ngomongnya lirih sembari menguncang bahu Yuka. "Yuka, Yuka!" teriaknya, menepuk-nepuk pipi Yuka. " Astaga, obat apa tadi yang dia minum? Kenapa langsung pingsan?"
Ddrtt... ddrtt....
Ponsel di saku jaket yang tergeletak di lantai bergetar. Della melirik jaket denim warna hitam yang basah karna keringat dan darah itu. Mengambil hape yang harganya cukup mahal, menandakan kalau si Yuka bukan berasal dari golongan orang miskin.
Ada panggilan yang masuk dari kontak yang bernama "Bawel" Kalian tau kan, kalo anak-anak suka kasih nama aneh di kontak sahabat, atau teman-teman yang sekiranya sangat akrab. Ya, dan pikir della pun seperti itu.
Della menggeser tombol berwarna hijau di layar itu, lalu menempelkan barang itu ke kuping.
"Hallo," sapanya kemudian.
Nggak langsung dapat tanggapan, di seberang telpon sana diam sejenak. Sampai Della mengerutkan kening dan menarik ponsel untuk memastikan kalau panggilan masih terhubung.
"Hallo," sapanya untuk yang kedua kali.
"Kamu siapa? Kenapa hape Yuka bisa ada di kamu?" tanya seorang wanita yang terdengar... sudah banyak umur.
Kedua mata Della jadi memekik, melirik Yuka yang masih sama, tak bergerak.
"Kamu pacarnya Yuka? Sekarang Yuka dimana?
Della meneguk ludah, kali ini suaranya terdengar lebih... galak.
"Ini Yuka ada di rumah saya, Bu. Dia-"
" Ya ampun anak itu bukan nya langsung pulang dari sekolah! Malah kluyuran pacaran ! Yasudah bilang sama Yuka suruh pulang sekarang " telepon pun langsung di matikan.
"Eehhhh ..." della pun sontak kaget krn telepon langsung saja dimatikan.
" duh gimana ini ?! Kuk bisa bisa nya dia malah pingsan ? Gue harus gimana ini " ujar della
Akhirnya mau tidak mau della pun menunggu sampai Yuka sadar . Dan Della segera mengabari Ibu nya kalo dia tidak bisa ke restauran karena ada teman nya yang kecelakaan. Tentu saja Della tidak bilang siapa teman nya itu .
Dua jam kemudian ketika jam sudah menunjukan jam 9 malam, Yuka pun terbangun . Dengan mata yang masih terasa berat, bahkan kepala nya terasa amat pusing. Yuka melengkuh pelan, menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya. Dia melirik seorang gadis yang ternyata tidur di Sofa sebelah.
"Cantik" gumam Yuka ..
Yuka pun meninggalkan rumah Della dan pulang ke rumahnya.