Bab 6

2001 Kata
Flashback Bhuk! Bhuk! "JS muridnya lawak semua!" "GANESHA g****k semua!" Whus! "Aaaw! Bangsad!" Teriak Arga, dia sampai jatuh gara-gara balok kayu yang dilempar Yuka mengenai bahu. "Galaxy !" Teriak Dilan . Mau nolongin, tapi mereka semua sudah di kepung oleh gerombolan Arga. Tangan Arga yang memegang tongkat baseball itu mengencang. Tongkatnya terangkat, lurus tertuju ke arah Yuka yang tadi melemparkan kayu. "Mampus lo!" katanya penuh penekaan. Arga pun menyunggingkan senyum iblis. Dia melirik Yuka yang sudah mengeluarkan darah . "Suruh pulang tuh teman lo ! Bawa ke rumah sakit, pasti tulangnya patah!" Arga berteriak. Dilan yang berada tidak jauh di sisi kiri Yuka mengacungkan jari tengah ke Arga dan anak-anak SMA GANESHA yang ada di jarak kurang lebih tujuh meter dari kelompoknya. "Cemen, ashu!" "Bacot lo, wooi!!" Kata salah satu teman Arga yang entah nama nya siapa. "Serang!" Arga berteriak, menginterupsi teman-temannya. Kedua mata Yuka melebar melihat anak anak GANESHA yang berlari ke arah anak anak JS. Dia mengangkat tangan kanannya. "Majuu!!" Bukan Yuka yang berteriak, tapi Galaxy yang menjadi wakil dari Yuka di geng motor tersebut. Semua saling hajar, sejarah SMA JS sejak dulu memang selalu nggak bisa akur sama SMA GANESHA. Masalahnya nggak begitu jelas, tapi yang namanya nggak suka, cuma di jalan terus motornya disalip dan enggak permisi, itu udah jadi masalah besar. Belum lagi kalo masalah perempuan, udah gak heran lagi kalo sampe saling nyerang brutal. Wwiiuww... Wiiuuw... Bunyi sirene polisi membuat tawuran ini makin riuh. Masing-masih kabur untuk menyelamatkan diri. Flashback End Yuka yang sudah sampai di rumah, langsung masuk ke dalam rumah . Di dalam sana sudah ada mama nya yang menunggu . "Darimana kamu yuka? " tanya mama nya " Tumben mama di rumah " jawab Yuka "Kamu ini di tanya, malah nanya balik ! Kamu itu mau jadi apa sih? Pulang sekolah bukan langsung pulang malah kluyuran " "Udahlah ma .. aku cape. Aku mau mandi dan tidur " jawab yuka sambil berjalan ke tangga untuk menuju kamar nya . "Yuka .. sini kamu! Mama belum selesai bicara " *** Sesampai dikamar Yuka langsung membuka jaket yang ia gunakan, ia tersenyum mengingat bekas luka yang telat di obati oleh Della "Lumayan juga nih cewe " gumam yuka . Setelah itu Yuka langsung kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya . Yuka segera pergi tidur setelah bersih bersih, baru kali ini rasa nya ia ingin cepat cepat sampai sekolah. *** Keesokan hari nya setelah pulang sekolah Yuka duduk di atas motor. Tangannya sibuk ngepasin kaca spion agar cewek yang di belakang sana tetep bisa ia liat. Begitu udah pas, dia diam, bersedekap dengan mata fokus liat ke spion. Barang yang terbungkus di dalam dadanya sana, terasa berbunga, berteriak dan perasaan yang ia rasa untuk pertama kalinya ini seperti membuat hati mekar. Galaxy yang juga ada di atas motor tepat di sampingnya, menepuk bahu Yuka. Yok, cabut," ajak anak itu. "Cckk, entaran laaah," tolaknya tanpa menatap Galaxy. Kening Galaxy berlipat, dia hafal banget kalau Yuka paling enggak betah ada di dalam sekolahan. Katanya males liat orang banyak, aneh emang nih bocah. Tapi, kenapa hari ini sahabatnya ini berbeda? Galaxy diam, memerhatikan Yuka dari samping, lalu kedua mata Yuka yang menatap pada spion motor. Setelahnya menoleh, menatap di belakang sana, di mana ada dua orang sedang berjalan bersama yang lagi ngobrol. Dia kenal dua orang itu karena baru kemarin ia lihat mereka berdua berjalan ke arah perpustakaan melewati ia dan teman teman nya. "Laah si anyiiing ... ! " Galaxy mengeplak lengan Yuka. Yuka tidak memperdulikan Galaxy, dia menunggu Della untuk melihat ke arahnya. Sampai akhirnya kedua mata della bertemu dengan mata Yuka. Untuk sesaat kedua mata mereka seperti terkunci . Della pun memalingkan wajahnya tidak lagi menatap Yuka. Yuki pun tersenyum kecil, "boleh juga nih cewek" gumam Yuka Yuka segera melajukan motornya keluar dari halaman sekolah, enggak fokus lihat depan, tapi Yuka masih lihatin Della dari kaca Spion. Cuma begini aja Yuka udah merasa Baper, bibir nya senyum senyum enggak jelas . " Dell " .. Della sedikit terlonjak waktu Erky memanggil dan menarik tangan nya " eh kenapa ? " Erky yang melihat ke arah sekitar, disana motor Yuka udah ada di pinggir jalan, mau nyebrang " Lo lihatin apa Del ? " tanya Erky . Terlihat wajah Della yang terkejut , "aahh enggak .. kenapa emang?" " lo lihatin Senior tadi? " tanya Erky "dih apasih .. gue gak suka ya sama cowo tukang buat Onar ! " jawab Della . " laaah.. yang bilang lo suka sama dia siapa ? " Erky mengernyit , menyelidik raut wajah Della . " apaan sih lo ky, dah lah kita balik " Jawab Della sambil merangkul tangan Erky . Dari kejauhan sana , Amel melihat kedekatan Erky dengan Della . Amel pun menggunakan helm nya dan bersiap untuk pulang . Saat mau pulang, tiba tiba iya di panggil oleh Keysa . " Mel .. nebeng dong . Lo mau langsung pulang kan ? Gue gak bawa motor nih " pinta Keysa. "Ayok.. " jawb Amel . Icha dan Dhea pun datang " Eh lo berdua mau kemana? Tanya Icha " mau balik kita " jawab Amel . " yaaah gue bete nih . Kita jalan jalan dulu yuk mel " ajak icha " gak ah .. mau balik gue . Banyak yang mau di kerjain " jawab amel " ish .. sombong nya . Kita bantuin deh . Kita main ke rumah lo aja ya mel " rengek Icha "Yaudah ayok ke rumah . Key .. lo mau pulang apa mau ikut ke rumah gue juga ? " tanya amel " ikut dong . . " jawab keysa . " Ayoklah.. kita konvoi . Tapi nanti mampir dlu ya beli bakso Mercon " Ajak amel . " Siipp .. gampang itu . Gue juga mau ke minimarket aahh buat beli cemilan " seru icha . "eh iya benar .. gue juga mau ah beli minuman dingin " sahut Dhea "Yaudah lah yuk berangkat . Ntar keburu sore . Abang gue udh pulang lagi " jawab amel . Akhirnya Amel, Icha , Dhea dan Keysa pergi main ke rumah Amel. *** Sore hari Della memutuskan untuk keluar rumah buat Jajan dengan menggunakan sepeda. Masuk ke mini market yang sedikit jauh dari rumah. Memilih dua minuman kaleng dan cemilan lalu membawanya ke kasir. Usai membayar jajanan, Della kembali mengayunkan sepedanya. Berhenti di pinggiran, taman kota. Duduk di kursi panjang yang kosong. Duduk sendirian dengan mulut yang berkali kali meneguk minuman nya. Gak lama kemudian della menengadah untuk bisa meneguk minumannya yang sisa sedikit. Karena sudah habis, Della melemparkan kaleng minuman itu. Salah sih emang, harus nya dia masukin ke tong sampah. Eh ini malah dia lempar ke depan, padahal depan nya tu jalan raya. Plaak! Brakk! Kedua mata Della melotot melihat seorang lelaki yang pakai motor gede warna putih oleng dan motornya nabrak pinggiran jalan. Dia nggak mungkin kabur karna ada banyak orang yang menyaksikan ini. Beranjak dari duduk dengan wajah super panik untuk menghampiri si pengendara motor. Si pengendara masih bisa bangun sendiri, lalu mendirikan motor yang lampu depan pecah. Bukan Cuma itu sih, ada bagian-bagian lain yang baret juga. "Perlu ke klinik nggak, mas?" tanya beberapa orang yang ikut membantu si pengendara. Lelaki berjaket hitam pake celana pendek. Tubuhnya tinggi atletis dengan rambut sedikit panjang. dia enggak pake helm. Keliatan kalau sisi keningnya mengeluarkan darah, tapi si lelaki ini menggeleng. "Nggak perlu," katanya. "Yuka," pekik Della dengan sangat terkejut. "Nah, adek ini tadi yang lempar kaleng. Cck, kebiasaan pasti. Suka buang sampah sembarangan." Ledek seorang bapak-bapak yang tadi duduk di kursi panjang sebelah kursi yang diduduki Della. "Keknya di rumahnya nggak ada tempat sampah, Yah. Makanya dia biasa buang sampah di jalan." Sahutan dari si wanita, istrinya sih keknya. "Minta tanggung jawab, mas, sama dia ." Yang lainnya ikutan menghakimi Della. "Yaudah, mas. Kita permisi." Lalu beberapa orang yang mengerumuni itu pergi dengan sendirinya. Menyisakan Della yang mukanya udah ketakutan, takut jadi korban lambenya Yuka. Apa lagi si Yuka udah natap fokus padanya. "Maa-" "Obati luka gue." Kalimat pendek yang Yuka katakan membuat Della mengangkat kepala dengan wajah kaget. Della membalikkan tubuh, menatap Yuka yang udah mendudukkan p****t di kursi yang tadi dia pakai duduk. Bahkan dengan seenak udel tuh cowok ngambil minuman kalengnya yang satu, lalu meneguknya. "Lo mau gue laporin polisi apa jadi cewek gue aja?" "HAH? Kaya nya lo mesti ke rumah sakit deh ka . Kena Gegar Otak kaya nya lo! " Ucap Della . Yuka menatap Della dengan intens, "yaudah kalo lo gak mau, gue bakal Lapor Polisi. " "Diihhh.. apaaan sih lo ka! Kok Maksa!! " jawab Della . "Yaudah berarti lo mau gue bawa masalah ini ke kantor polisi aja kan?" Tegas Yuka "Ya gak gitu... tapi masa iya gue jd cwe lo ?! " "Emang kenapa? Gue ganteng. Apa yang kurang ?! " " PD benar mas nya ! Dengar ya Ka Yuka yang terhormat . Gue gak minat buat pacaran ! " jawab Della. " Yaudah berarti lo tunggu aja tu polisi jemput lo ke rumah ya " Setelah mengatakan hal itu Yuka pun berdiri dan bersiap untuk pergi. Della yang masih di taman, diam tertegun ... "Apa apaan sih tuu orang. Masa nembak gue begitu banget ?! Kalo dia beneran suka sama gue, harusnya PDKT dlu laah . Ini langsung maksa aja gue jd cwe nya" gumam della lirih . "Dahlah ah mening gue ke restauran aja" *** Sesampainya di restauran Della langsung masuk dan menuju ke bagian counter . Disana dia mengamati isi restauran, sambil mencari keberadaan Erky. Setelah ketemu .... "Ky ... " teriak Della. Erky pun menoleh " Kenapa? " tanya Erky . "gapapa .. nih cemilan buat lo. Lo blm sempat makan pasti pulang sekolah tadi?! " "Widiiiiihhh... tumben nih lo baik banget sama gue ?! Waaah ada roti dan chiki jg. Mantapp lah " ujar Erky "Ish .. lo nih ya . Udh di kasih malah bilang begitu?! Emang selama ini gue gak baik sm lo?! " " baik sih .... cm biasa nya ada mau nya nih " " gak yaaaa.... yaudah sini kalo lo gak mau ! Buat gue aja bawa pulang " " eeittssss.... jangan dong ! Thank you yaa del . Bdw tumben lo kesini masih sore? Biasa jg gak mau " " lagi malas aja di rumah " "Yaudah kalo gitu lo bantu bantu ajalah disini, lebih berguna . Ahaha " ujar Erky "Sialan lo.." jawab Della sambil tersenyum . " Bdw .. bentar lagi kita mau liburan kenaikan kelas nih . Jadi gak nih acara kita sama anak anak buat Glamping ? " tanya della . " duh .. gak tahu gue, lo kan tahu gue gawe pasti walau libur sekolah." Jawab Erky . " yaelah ky.. kaya sama siapa aja lo, ntar gue yg izin sm mama papa " ujar della . " Heh! Anak aja lo.. gak ah, gak enak gue . Mereka udh baik banget ." "Santai aja ky.. mereka pasti ngasih izin kok " . "Pokok nya nanti lo siap2 aja ya. Dah ya .. gue mau balik aja ah .. sepi ini restauran " della pun berlalu ke arah pintu keluar . " yaiyalah sepi lo datang jam segini, coba tunggu sejam lagi " teriak Erky . Adel hanya tertawa saja mendengarnya. Sesampai nya Adel di Parkiran sepedanya . Hape nya bergetar .. 1 notifikasi masuk . Della hanya melihat di homescreen saja, ternyata ada sebuah pesan Whats app dari no tidak di kenal . Della pun mengabaikan nya dan memilih sampai dirumah terlebih dahulu . *** Sampai di rumah Della memutuskan untuk mandi , dan lanjut makan malam . Habis makan malam dia merapikan buku pelajaran buat besok . Setelah itu dia menyalakan TV di kamar untuk melanjutkan drama korea favorit nya, sampai ia lupa untuk mengecek Handphone nya lagi dan karena hape tersebut dalam mode getar, Della tidak tahu kalo sudah banyak telepon dan Whats ap dari nomor tidak kenal . Dibelahan rumah lain, ada seorang cwo yang uring uringan karena pesan dan telepon nya tidak ada respon .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN