Teng teng teng
Jam istirahat pun berakhir, siswa siswi mulai kembali masuk ke dalam kelas masing masing .
Begitu pun Yudi datang membawakan Roti untuk Erky, "nih Roti lu. Sorry ya lama" ucap Yudi.
"Ok . Makasih yud" jawab Erky.
"Laah ada jus mangga nih" seru Yudi.
"Ky.. kok lo gak ke kantin sih? " tiba tiba Naomi menghampiri .
"Laaah kapan ke kantin nya lo ky, kok udah ada jus mangga aja" tanya Indri .
Della yang mendengarnya hanya melirik tanpa ikutan teman temannya menghampiri Erky.
"Iya ini di kasih sama keysa" jawab Erky.
"Widihhhh... dapat fans baru lo ya? " bisik Yudi ..
"Cckk.. apaan sih" jawab erky.
"Eh del, lo sekarang pacaran ya sama Ka Yuka?" Icha yang sedang melewati bangku Della, langsung heboh menanyakan hubungan Della.
Murid murid di kelas yang masih pada berdiri pun , menatap Della dengan serius penuh kekepoan.
" Sorry nih, tapi tadi pagi gue lihat lo boncengan sama Ka Yuka. Bentar " Icha mengeluarkan handphone nya yang berada di saku baju seragamnya. Tangan nya sibuk mengusap-usap ponsel, lalu menunjukan video dimana Della dan Yuka sedang boncengan motor.
Kedua mata Della jadi melebar melihat dia yang menyandarkan kepalanya di punggung Yuka. Lalu tangan kirinya di genggam Yuka, di usap usap, lalu Yuka menoleh sambil mengulas senyum sedikit. Disana Della juga tersenyum. Tidak heran jika orang lain menyangka bahwa mereka berpacaran.
"Aaa... sweet banget" Amel yang melihat nya jadi gemes sendiri. Memegangi kedua pipi dengan senyum yang kesenengan. "Gue jadi gemes ..... " Keysa memukul mukul bahu Icha pelan.
"Gue sampe teriak teriak di dalam mobil tahu key, Nih anak ya diem diem bisa menakhlukan biang keributan di Sekolah" ucap Icha pada Keysa.
Della jadi mendesah dengan muka yang merona, Asli ya dia malu banget. Bisa bisa nya dia gak sadar kalo ada yang merekam. "Jangan kencang kencang malu ih gue" ngomong nya dengan berisik.
"Malu kenapa sih del, ka Yuka tuh walau berandalan gitu tapi dia Ganteng tahu" seru Keysa
"Eh del, gue post di IG gue ya," izin icha.
"Eh jangan," Larang Della dengan cepat.
" Tahu nih Icha .. Jangan sembarangan posting gambarnya Ka Yuka. Cari mati itu namanya." Ucap Keysa.
"Yaa sorry.. soal nya mereka sweet banget disini" ujar icha.
"SELAMAT SIANG ANAK ANAK" ucap Bu Selly wali kelas mereka.
Obrolan tadi pun berakhir karena sudah mulai belajar .
Erky yang dari tadi mendengar percakapan Della dengan teman teman sekelasnya . Hanya bisa menghela napas kasar.
Seperti nya sudah tidak ada harapan lagi buat dia sama Della .
Della terlihat bahagia bersama Yuka.
"Baik anak anak, berhubung senin minggu depan anak kelas 12 akan mengadakan Ujian Akhir. Kalian silahkan belajar di rumah selama seminggu . Ingat.. belajar! Karena kalian semua akan ujian kenaikan kelas juga" ucap Bu selly pada anak anak.
"Baik bu " jawab anak anak serempak.
***
Della turun saat motor Yuka berhenti di parkiran sebuah rumah makan seafood yang ada di dalam gang. Della menatap sekeliling tempat parkir yang luas dan tidak banyak kendaraan yang terparkir. Berarti restonya nggak begitu ramai. Dia mengekori langkah kaki Yuka yang mulai memasuki resto.
"Silakan, mas." Seorang pelayan menyapa di depan pintu sembari mempersilakan.
Yuka hanya mengangguk dan melanjutkan langkah menyusuri kolam-kolam kecil di bagian pinggir resto.
"Dell, lo mau makan apa?" tanyanya, menatap della yang jadi fokus liatin beberapa kolam yang isinya beda-beda jenis seafood.
Della menuding salah satu kolam. "Ka, yang ini apaan?"
"Itu ikan arwana, nggak dijual. Itu buat pajangan." Yuka sudah terkekeh, langsung merangkul Della saat melihat ceweknya menutup mulut dengan satu tangan, menahan untuk tak tertawa. "Lo kampungan bener, elah." Bisiknya.
Della jadi memukul d**a Yuka dengan tawa kecil. "Pengen makan lobster." Menengadah, menatap wajah Yuka, meminta ijin. "Boleh?"
Wajah cantik Della kalo lagi ketap-ketip dan mode minta ijin tuh ngegemesin, bikin Yuka pengen ngarungin tuh muka cantik. "Boleh. Ntar bilang sama embaknya di sana. Sekalian gue pengen nila bakar."
Yuka melangkah lebih masuk ke dalam, mencari tempat duduk. Memilih di sebuah gazebo yang jauh dari pengunjung lain. Mengeluarkan sebatang rokok sembari nungguin Della dan pesanannya datang. Yuka melambaikan tangan melihat Della yang celikukan di depan sana.
"Lo pilih tempat duduknya jauh banget." Protes Della, mendudukkan pan-tat di depan Yuka, berhalang meja.
Tak ada sahutan, Yuka Cuma melirik saja. Lalu fokus menyesap rokok, menikmati barang kecil yang sejak pagi belum bisa ia nikmati. Yuka menyandarkan kepala ke salah satu tiang gazebo dengan tatapan terarah ke Della.
"Uumm, lo sering ke sini?" tanya Della. Sebenernya Cuma pengen basa basi ngajakin ngobrol aja.
Yuka mengangguk saja, kembali menyesap rokoknya dengan tatapan tetap pada Della.
"Bareng-bareng sama temen-temen lo ?"
"Bareng aja, nggak bareng-bareng," jawabnya datar.
Bibir Della jadi membulat, membentuk huruf 'O'. "Di sini harga makanannya mahal-mahal, nggak?"
"Sesuai sama kualitas."
Della jadi mendesah pelan. Nggak tau mau ngomong apa lagi. Si Yuka ngomongnya singkat-singkat begitu. Della pun memutuskan untuk main hape aja.
Satu alis Yuka jadi terangkat. "Nggak usah mainan hape kalo lagi sama gue."
Kedua bahu Della jadi melemah, menunduk menatap meja dari kayu di depannya. "Lo aja asik sendiri." Ngomongnya lirih.
Yuka membuang puntung rokok ke selokan kecil yang ada di belakang gazebo. Menggeser duduk, menegakkan tubuh dan langsung meraih tangan Della.
Della jadi menegakkan wajah, membalas tatapan Yuka yang lebih bersahabat walau wajah gantengnya tetep aja berkesan dingin. Della menahan senyum saat melihat Yuka yang tersenyum sembari memainkan tangannya, menyelip masuk ke jari-jemarinya,Menyatukan telapak tangannya dengan tangan milik Yuka. Jari-jemari Yuka saling menyatu dan menggenggam.
"Kecil banget tangan lo." Komentar Yuka, mulai mengusap-usap kuku jari Della.
Della jadi berdecak. "Mau nyari yang gede?"
Santai kepala Yuka menggeleng dengan tawa kecil. "Nyaman sama yang kecil."
Della langsung menutup mulut, berpura mengusap hidung, padahal wajahnya udah merona saking nahan nggak ketawa kesenengan. Baru pertama kali ia di gombali oleh laki-laki .
Tak lama pesanan mereka datang, Yuka melepaskan genggaman tangan. Menatap heran dengan tiga pelayan resto yang memegang nampan, lalu bergiliran meletakkan pesanan di atas meja. Setelah semua terhidang di atas meja, Yuka menatap awas setiap piring. Ada nila bakar 2, dua lobster berukuran besar 2, kerang dara saus pedas sepiring, udang goreng, crispi sepiring, cumi goreng sepiring, nasi dua piring, sambelnya ada tiga macam dan terakhir es lemon tea dua gelas.
"Ini mau lo makan semua?" tanya Yuka, menatap Della yang kembali mendudukkan p****t setelah dari cuci tangan di wastafle samping gazebo.
"Sama elo, masa' gue sendiri."
"Gue tadi kan nyuruh pesenin nila bakar doang."
"Tadi kan ditawari sama embaknya," sahut Della, membela diri.
"Ya terus kalo ditawari langsung lo beli, gitu?"
"Enggak langsung, Yuka. Tadi kita juga nunggu lama kok." Bibir Della langsung melengkung ke bawah. Mendengar jawaban itu Yuka hanya mendesah, memilih beranjak untuk mencuci tangan. Kembali nya dari cuci tangan, mereka pun memulai makan .
"Gue tuu lagi riset, enak mana makanan disini sm restaurant punya keluarga gue" jawab Della.
"Lo punya restaurant? " tanya Yuka.
"Ada.. gak jauh dari rumah gue. Pasti lo lewatin deh kalo mau ke rumah gue" jawab Della
"Oke lain kali gue ke restaurant lo aja kalo gitu" ucap Yuka.
"Dih ngapain?! Gak usah! " larang Della.
"Emang kenapa?" Tanya Yuka
"Ya gapapa" jawab della.
"Bdw, gimana lo sama si Erky?" Tanya Yuka
"Tiba tiba banget jadi Erky?" Seru Della
"Cckk... tinggal jawab aja udah" ujar Yuka.
"Baik." Jawab Della sambil mengunyah makanannya.
"Lo sama dia pernah pacaran?" Tanya Yuka
"Hah? Enggaklah.. kita emang dekat banget kaya saudara" jawab della.
"Kalo gue minta lo jangan dekat dekat sama dia lagi, lo mau nurut enggak? " tanya Yuka
Della pun diam, tak menjawab pertanyaan Yuka .