Erky pun bangun dan langsung menurunkan celana nya, membebaskan yang disana sudah sangat keras .
Erky pun memposisikan kembali tubuh nya di atas Della..
"Del ..... "
Setelahnya, dia tertegun, kembali merundukkan tubuh untuk mencium bibir Della, berbisik. "Gue nggak akan bisa berhenti," ujarnya, parau.
"Jangan," balas Della.
Dan Erky kembali menindih, menciumi puncak bola bola Della dengan jemari yang sudah memastikan keadaan di bawah sana. Menggeram kecil. " Dell... Boleh?" Masih bertanya.
Dan Della segera meraih wajah Erky untuk menciumnya lagi, dengan lebih gila, dengan lebih panas. Sementara Erky baru saja berhasil melepaskan diri di bawah sana. Kini, dia sedang berusaha menekan tubuhnya, bergerak mendesak.
Della tidak bisa menyembunyikan rasa tidak nyaman di tubuhnya, Erky berhenti bergerak, menatap wajah Della... melihat bahwa Della kurang nyaman, kembali Della cium bibir Erky untuk memberi tahu bahwa dia baik-baik saja.
Sampai akhirnya Erky tidak ragu lagi mendesakkan dirinya lebih kencang lagi.
Ada sakit yang menyengat, rasa ngilu yang membuat sendi-sendinya gemetar, tapi melihat bagaimana Erky dengan buas menciumi bibirnya dan mengerang puas, Della merasa dia sedang ... dipuja? Della membiarkan Erky memacu tubuhnya pelan, menyesuaikan dengan gerakan itu,
Della mulai terbiasa. Rasa perih menghilang perlahan, nikmat menamparnya kencang sampai dia bisa menyebut nama Erky berkali-kali, memuji bagaimana Erky bisa mengatur gerakan. Lalu, Della tidak tahu kilat cahaya yang menyambar pandangnya itu berasal dari mana, tapi dia merasakan lagi getar hebat di sekujur tubuh setelahnya.
Lalu, tubuh Erky menekan, mendesak lebih dalam sambil menciuminya dan menyebut namanya dengan putus asa. Tidak lama Erky menjauhkan tubuh nya kembali, dan mengeluarkan sesuatu tepat di atas perut Della.
Hening, hanya terdengar dari engah napas keduanya. Erky kembali bergerak dalam lelahnya, menatap Della lama sebelum mencium ringan sudut bibirnya. " Gue Sayang Sama lo dell "
Della pun tersenyum dan mengalungkan tangan nya kembali di tengkuk Erky dan membawa tubuh mereka kembali merapat.
***
Setelah napas mereka kembali normal Erky bangkit lalu mengelap sisa cairan di atas perut Della. Erky memasang pakaian nya kembali, Kemudian Erky kedapur mengambil air minum untuk mereka berdua .
Della pun memasang kembali pakaian nya. Erky menatap Della yang tengah memasang kembali pakaian nya itu dengan tatapan yang tak bisa di artikan .
"Hhmm .. ky . Gue pamit pulang ya" ucap Della .
"Hah?" jawab Erky kebingungan.
Della pun bersiap pulang dengan membawa kembali kotak P3K nya.
"Hhmm.. del, lo yakin mau pulang sekarang?" tanya Erky yang melihat pergerakan Della sedikit berbeda. Erky tahu pasti Della merasa tidak nyaman di bawah sana.
"Gapapa ... gue balik dulu ya, takut bang Rusdi sudah sampai rumah" pamit della pada Erky .
***
Malam hari nya Erky dan Della pun terjaga .
Erky tidak bisa berhenti berpikir , Kenapa Della menyetujui segalanya dengan mudah. Erky ingat saat ia mulai membuka satu persatu butir kancing baju Della , Della hanya diam saja. Erky ingat saat Della mulai menciumnya dan menikmati setiap sentuhan tangan Erky di lekuk tubuhnya. Della menyerah begitu saja. Bahkan saat Erky mulai merenggut semuanya , dia menyetujui begitu saja . Terlebih saat Erky tahu bahwa dia adalah Pria pertama bagi Della.
"Gimana besok gue ketemu Della?" Lirih Erky.
Sedangkan Della juga tidak bisa berhenti berpikir, kenapa dia dengan mudah nya menyerahkan semua nya pada Erky . Entah kenapa Della menikmati semua sentuhan Erky, entah kenapa ada gejolak aneh, asing sekali tapi membuatnya begitu bersemangat. Seolah itu bukanlah masalah besar, kehilangan segalanya bukan apa apa. Tanpa Della inginkan kejadian itu berputar di kepala nya terus menerus.
Della tak tahu harus bagaimana setelah ini . Apalagi Erky bilang dia menyayangi Della. Sedangkan keadaannya sekarang dia sudah sama Yuka.
"Kenapa baru sekarang sih ky? Kenapa ? Sedangkan gue nunggu lo udah 5th lebih?" Lirih della sambail menghela napas berat.
***
Keesokan pagi nya Della dan Erky bersiap berangkat sekolah.
"Pagi del.. " sapa mama Della
"Pagi ma ..." jawab Della dengan tubuh yg lesu .
"Loh.. kok kamu gak semangat begini? Kamu sakit sayang?" Tanya mama della sambil memegang kening della.
"Gak ma.. aku cuma cape aja" jawab Della .
"Yaudah kamu panggil Erky gih, suruh sarapan disini. Tadi pagi mama lihat dia udah nyapu halaman, padahal masih gelap " titah mama Dela .
"Gak ah ma.. aku malas . Cape jalan kesana nya. Mama aja yang panggil" seru Della.
"Ya ampun .. itu rumah Erky disebelah loh," jawab mama della.
"Aku malas ma.. mama aja sana gih" tolak della
"Kalian gak lagi berantem kan? " selidik mama della.
"Enggak ma.." jawab della
"Yaudah mama aja yang panggil Erky kalo begitu" ucap mama della meninggalkan della di meja makan.
Tok
Tok
Tok
"Ky .. erky " panggil mama della sambil mengetuk pintu rumah Erky .
"Iya bu sebentar.." jawab erky dari dalam kamar.
Erky pun segera membukakan pintu sambil membawa tas sekolah nya.
Ceklekk.. pintu terbuka.
"Naah .. udah rapi nih km, sarapan yuk di rumah ibu" ajak mama della .
Erky bingung mau jawab apa, karena dia masih belum siap ketemu della.
"Heh! Kok kamu bengong, ayok ke rumah ibu nanti terlambat kamu kesekolahnya" ajak mama della
" iya bu sebentar saya pakai sepatu dulu " jawab erky sambil mengunci pintu rumah nya.
"Udah pakai sepatu nya nanti aja. Makan dulu aja" mama della pun menarik tangan erky untuk mengikuti dia kerumahnya.
Sesampai di rumah... ternyata di meja makan sudah ada Ayah della dan Bang Rusdi.
"Widihhh.... di jemput langsung oleh Ibunda Ratu" ucap Rusdi.
"Iya .. mama yang jemput dia kerumahnya, biar skalian sarapan disini " ucap mama della
"Ayok duduk ki" ucap Papa Della
"Iya pak" jawab erky .
Erky bingung mau duduk dimana, karena bangku yang tersisa hanya tinggal di depan Della aja.
"Ayok duduk.. kok masih bengong sih km" ujar mama della
"Eh iya bu " akhirnya mau tak mau erky duduk di depan della. Saat ini Erky maupun Della tidak ada yang berani menatap atau tegur sapa. Mereka sama sama diam seperti orang yang saling tidak kenal.
Rusdi menangkap keanehan adiknya dengan Erky . Tapi Rusdi hanya diam saja . Sarapan pun di mulai .
"Oh iya.. ki minggu depan kalian libur sekolah kan? Karena anak kelas 3 pada ujian " tanya mama della.
"Iya bu.." jawab erky.
" hhmm .. km mau ambil shift full gak? Atau mau seperti biasa aja?" Tawar mama della
" kaya nya full bu. Lagian saya gak ada kegiatan apa apa selama libur sekolah " jawab Erky.
"Yaudah nanti ibu bilang sama Hasta ya" ucap Mama della.
"Terima kasih bu " jawab Erky .
Tin.. tin .. tin ..
Ada suara klakson motor di luar, yang cukup mengganggu kegiatan sarapan mereka .
Tidak lama hape Della bergetar dan notifikasi pesan masuk .
"Gue di depan ya" begitulah isi pesan tsb .
Della sudah tahu bahwa itu nomor telepon Yuka .
" Pa...Ma.. bang, aku jalan dulu ya ke sekolah" pamit Della .
"Looh itu sarapan mu belum habis dell" seru mama della
" aku udah kenyang kok ma" jawab della sambil menyalimi papa mama nya dan Rusdi . Dia melewatkan saja erky, tanpa pamit .
Semua orang pada bingung pada tingkah laku Della .
"Laaah .. dah jalan tuu si della, lo gak nyusul ky? " tanya Rusdi .
"Gak bang.. gue masih makan" jawab Erky.
" Kalian gak lagi berantem kan?" Tanya mama della
"Gak bu .. " jawab Erky .
" loh ky .. ibu baru sadar . Itu muka mu kenapa, kok kaya abis memar gitu? Kamu berantem? " tanya mama della.
"Oh .. enggak bu saya cuma jatoh aja" jawab erky.
" Jatoh kok luka nya begitu. Udah di obatin belum? " tanya mama della .
" sudah bu .. " jawab erky.
Rusdi melihat ke arah jendela luar, disana iya melihat Della sedang mengobrol dengan Laki laki . Kalo di lihat dari seragamnya, seperti nya mereka satu sekolah . Dia melihat adik nya naik ke boncengan motor itu . Seperti nya Rusdi mulai paham apa yang terjadi dengan Adik nya dan Erky.