Bab 11

1277 Kata
Bab 11 Erky pun spontan langsung menipis tangan Yuka. "Yang sopan dong ka tangan nya " ucap Erky . Yuka pun hanya terkekeh mendengar nya ... Lalu dia memutus jarak dengan Erky "urusan nya sama lo apa? Hah? " Kilatan emosi pun mulai nampak di kedua mata Erky dan Yuka . Della yang menyadari hal itu mulai panik . "Udah udah jangan pada berantem iihh.." ucap della melerai Yuka dan Erky . Tapi Erky malah maju terus menantang Yuka dengan membawa della ke belakang badan nya. Seakan akan mau melindungi Della dari Yuka . Yuka yang melihat itu malah makin kesal dan melayangkan satu pukulan ke wajah Erky . Erky yang tak siap dia pun jatuh tersungkur ke samping . Dengan sigap Yuka duduk di atas perut Erky dan ingin menghajar Erky. Namun Galaxy dan Dilan datang di waktu yang tepat, Jika tidak, bisa di pastikan Erky Akan habis di tangan Yuka. Dilan dan Galaxy memegani Yuka, agar tidak kembali menyerang Erky. " Minggir..." Yuka mencoba mendorong Galaxy dan Dilan hingga terjengkang. Saat itu Erky juga mencoba bangun dan mencoba membalas Yuka , ketika Yuka lengah . Yuka pun terkena pukulan dari Erky. Yudi pun yang disana mencoba melerai Erky dan Yuka, tapi ia malah terkena sasaran pukulan dari Erky . "Buggh " "Aarrhh .. kok lo mukul gua sih ky? " tanya Yudi. "Sorry yud .. makanya lo jangan halangin gua" jawab Erky yang mau menghajar Yuka kembali. Lorong itu pun menjadi ramai karena anak anak mulai berkumpul untuk menonton pertandingan itu. Yuka pun melesatkan pukulan keras nya ke Wajah Erky dan menendang Kaki nya hingga Erky bertekuk sebelah lutut nya, Lalu mengunci tangan dan leher Erky . Akhir nya bu Rina selaku guru BK datang dan masuk ke kerumunan ramai itu. Bu Rina yang melihat Yuka sedang menahan Erky, langsung memukul punggung Yuka "Yuka.. ! Apa apaan kamu, mau jadi jagoan kamu ? " ucap bu Rina. Yuka pun melepaskan Erky. "Kalian ini berdua ngapain sih? Ayok kalian berdua ikut ibu ke ruangan." Ucap bu Rina. Yuka dan Erky berjalan mengikuti Bu Rina menuju ke ruang BK. Di ikuti oleh Della, Naomi, Indri dan Yudi. Begitu juga Galaxy dan Dilan . Sesampainya di ruang BK. Bu Rina menyuruh mereka semua duduk. "Jadi ada apa ini sebenarnya? Kenapa kalian pada berantem? " Tanya bu Rina. Mereka pun tidak ada yang bersuara, hanya saling lirik saja. "Jadi gak ada yang mau ngomong nih? " apa kalian semua mau ibu Skorsing saja? " ujar bu Rina Della pun akhirnya bersuara " hhhmm.. maaf bu, ini cuma kesalahpahaman saja bu " jawab Della Erky pun langsung menengok ke Della, " Gak bu.. jadi ini karena Yuka duluan yang mengganggu Della, terus dia memulai memukul saya" jawan Erky. "Betul Yuka seperti itu? " tanya Bu Rina Yuka pun tidak memberi tanggapan. "Yuka .. kamu ini sudah kelas 3 . Sebentar lagi kelulusan. Kamu mau menjadi siswa yang tidak lulus tahun ini? " tegas Bu Rina. "Sekarang kamu minta maaf sm Erky. Kalau tidak kamu akan ibu Skorsing ." Ucap bu Rina. Yuka pun menatap malas pada bu Rina dan tatapan nya beralih kepada Della. Yuka melihat tatapan takut dari Della,akhir nya Yuka meminta maaf sama Erky . "Sorry " ucap Yuka tanpa menatap Erky . "Yuka.. yang benar dong kamu kalo meminta maaf ." Seru Bu Rina . Akhirnya Yuka berdiri dan mengulurkan tangan nya kepada Erky. "Maaf" ucap Yuka . Erky pun menerima uluran tangan Yuka . Yuka yang menerima itu langsung melepaska tangan Erky dan membawa Della langsung keluar dari ruangan bu Rina . " eehh .. ini mau kemana ka?" kata Della. "Lo mesti tanggungjawab sama gue" ucap Yuka . Mereka berdua meninggalkan teman teman mereka yang masih ada di ruang BK. "Yasudah kalian semua bubar sana. Kembali ke kelas kalian masing masing" ucap Bu Rina . Mereka pun pergi keluar dari ruang Rina. Diluar ruangan mulai perbincangan soal Della dan Yuka. "Gilaa si bos serem amat ya, baru kali ini gue lihat dia segitu nya sama cewe" ucap Dilan. "Kaya nya si bos emang demen tu sm ade kelas" ucap Galaxy. Sedangkan Erky setelah di luar, mata nya berpendar mencari keberadaan Della, tapi Erky tidak menemukan kemana arah Della pergi. "Gilaaa ka yuka serem ya, takut gue " ucap indri. "Iya loh.. gila banget ka Yuka, kayanya dia jago banget berantemnya" ucap Naomi. "Gue bilang juga apa lo ky, kelamaan sih lo. Dah di gaet kan tuu si della" ucap Yudi kepada Erky . *** Disisi lain Yuka dan Della sudah sampai di UKS . Yuka membuka kan pintu UKS untuk Della, dan menuntun Della untuk masuk. Dan kebetulan saja UKS sepi, tidak ada dokter jaga maupun Anak anak lain . Yuka pun duduk di brankar sambil menggenggam tangan Della. "Sekarang lo obatin luka gue ." Ucap Yuka. Della melihat wajah Yuka. Tapi Della tidak menemukan luka apapun . Memang sih tadi Erky sempat memukul Yuka, tapi tidak meninggalkan bekas luka apa apa. Hanya ada warna merah saja di pipi Yuka . Malah yang ada muka nya Erky yang banyak luka. "Hhmm.. gue bingung ka. Bagian mana yang mau di obatin . Soal nya muka lo gak ada luka nya " jawab della. "Yang ini .. " tunjuk Yuka ke arah d**a kanan nya . "Hah. . " jawab della tidak mengerti. Yuka pun tersenyum melihat ekspresi della.. "Lo paham gak sih, gue bilang jangan bikin gue cemburu . Hhmm " ucap Yuka pada Della yang berdiri di hadapan nya. Yuka menarik Della lebih dekat untuk masuk ke dalam kaki Yuka yang terbuka . Sehingga jarak mereka saat ini sangat dekat. "Ka ... " ucap Della sambil menaroh tangan nya di kedua pundak Yuka. Yuka pun terkekeh.. "Della.. kalo gue bilang, gue suka sama lo . Lo percaya gak? " ucap Yuka. Della hanya bergeming tanpa menjawab. Ia hanya melihat ke dalam bola mata Yuka mencari kebenaran akan ucapan Yuka . Yuka pun menatap kedua mata Della sambil mendekatkan wajah mereka, Yuka menyatukan kening mereka, dan memiringkan wajahnya agar hidung mereka saling bersentuhan. Kemudian Della meneguk ludah, tangan yang berada di pundak Yuka, tak sadar ia mencengkram kedua bahu Yuka. Ciuman kemarin tentu saja Della masih ingat, bahkan rasa dan debarannya tetap sama ketika Yuka dengan lembut menyesap bibir bawahnya. Kedua mata Yuka berkedip pelan, tak beralih tatap dari wajah cantik Della. Bahkan sapuan napas Della membuat sesuatu dari diri Yuka bergejolak. Bibir Della sedikit terbuka, dia kembali membasahi tenggorokan nya yang terasa kering. Tangan yuka beralih ke wajah Della, Jari jempolnya mengusap sisi bibir Della yang manis. Della berkedip pelan, Yuka langsung menyesap bibir bawah Della, melepaskannya, dan miring ke kanan dan ke kiri bahkan suara ciuman itu terdengar nyaring di telinga mereka. Yuka menciumnya begitu rakus, sampai rasa nya Della sudah kehabisan Napas. Namun Yuka belum berhenti meraup bibirnya . Bahkan kali ini tangan Yuka mulai bergerak ke punggung Della dan tangan nya turun ke kedua Bo - ko - ng Della, disana Yuka meremasnya pelan dan terdengar lah lenguhan Della . Yuka begitu senang mendengar suara Della. Nggak lama Della pun mendorong dadanya Yuka, membuat Yuka melepaskan bibir manis Della yang sekarang sangat merah. Della menarik napas dengan Rakus, Kek orang yang ada di ruangan susah angin. Della mengusap bibirnya yang basah itu dengan kasar, " gue gak bisa napas ka, " jawab nya masih bernapas dengan rakus. Yuka terkekeh kecil, tangan nya mengusap bibir bawah Della "kenapa tadi nahan napas? " Della tak menjawab hanya melirik Yuka sebentar lalu menatap arah lain. "Kenapa?" Tanya Yuka. "Gue takut ada yang ngintip ka" ucap Della . Yuka pun terlihat cuek. "Biarin ajalah, yuk gue antar ke kelas" ajak Yuka sambil menggenggam tangan Della. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN