Yuka pun mengantarkan kembali Della ke kelasnya . Kedatangan mereka berdua tentu menarik perhatian anak anak di kelas Della . Termasuk teman teman Della.
"Gue balik ke kelas yaa" ucap Yuka.
"Hhmm.. iya " jawab Della .
"Nanti pulang bareng sama gue " seru Yuka.
" iya iya .. udah sana balik ke kelas!" Ujar Della.
Yuka pun meninggalkan Della. Dengan sapuan tangan di rambut della.
Della terlihat ragu membalikan badan nya dan melangkah menuju tempat duduk nya . Dia tahu pasti teman teman nya akan menanyakan perihal tindakan Yuka tadi.
Della pun melirik Erky, kedua mata mereka bertemu, tapi Della memilih untuk memutuskan pandangan tersebut . Della tidak siap untuk bertemu Erky sekarang. Della bingung jawaban apa yang harus Della kasih atas tindakan Yuka tadi.
Della pun langsung duduk ke bangku nya. Sedangkan Naomi dan Indri langsung menghampirinya .
"Lo mesti jelasin sama kita! Ucap Naomi.
"Iya benar.. gila kok bisa sih lo sama Ka Yuka? Sejak kapan del? " sahut Indri.
Della pun meringis ngeri melihat tatapan mata sahabat sahabatnya .
"Gue... besok .. mungkin besok nya lagi atau entah kapan pasti nanti gue cerita . Tapi enggak sekarang ya . Karena gue juga bingung mau cerita nya darimana ." Jawab Della.
"Hah? Yang benar aja lo Della. Lo gak lihat tu muka si Erky sampe bonyok ? Lo kaya gak ada cwo lain aja deh. Sumpah ya Del... lo tahu track record nya ka Yuka kan?" Seru Indri.
Della pun menghela napasnya..
"Iya makanya nanti pasti gue cerita . Tapi gak sekarang ya. " jawab Della
"Ok. Tapi pastiin lo bakal cerita sm kita, dan jangan lupa del lo utang maaf sm Erky." Seru indri dan langsung kembali ke tempat duduknya .
***
Erky melihat ke arah Della . Erky mencoba berpikir tentang apa yang sebenarnya terjadi. Apa selama ini ada yang Erky gak tahu. Erky pun menghela napas panjang dan Yudi menyadari itu .
"Kata gue maah, mening lo lupain aja si Della. Untung lo belum tembak dia. Udah telat, dah di gebet si biang Onar" ucap Yudi .
Erky tidak menyahuti omongan Yudi. Erky masih memperhatikan Della.
"Heh! Gue kasih tahu jg malah diam. Atau kalo lo masih penasaran jg, lo tembak aja tuu Della. Biar hati lo tenang, tapi kalo lo di tolak.. yaa derita lo! " Ujar Yudi .
***
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Semua anak anak sudah berlarian ke luar. Della yang melihat sosok Yuka di depan kelas, langsung menghampirinya .
"Eh gue duluan ya. Byeeee.... " pamit Della pada Naomi dan Indri.
Kelas mereka pun sudah mulai sepi hanya tinggal beberapa anak dan teman teman Della saja.
"Gue rasa mereka berdua emang udah jadian deh" ucap Indri pada Naomi.
"Tahu ah.. gue pikir si Della suka sm Erky, tapi kok malah sm Yuka" ucap Naomi.
"Tahu nih.. gara gara si Erky gak nembak nembak sih?! " jawab Indri .
"Naah kan ky.. gue bilang juga apa. Kita kita juga pada tahu Lo tu suka sama Della." Sahut Yudi.
"Tahu lo ky.. lo tuu sebenarnya sama Della gimana sih? " tanya Naomi.
Erky cuma menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Dah lah kita balik aja yuk" jawab Erky.
"Lo mau kerja ky?" Tanya Yudi.
"Enggak .. hari ini gue libur" jawab Erky.
"Baguslah.. masa lo mau kerja, muka bonyok gitu" jawab Yudi.
"Untungnya sih hari ini gue libur" sahut Erky.
Mereka pun keluar dari kelas dan berjalan keluar sekolah untuk menuju rumah masing masing .
***
Sampailah Erky di rumah nya. Ia langsung masuk dan pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri.
Disisi lain Della pun baru selesai mandi dan memakai baju nya. Della sedang duduk di atas tempat tidurnya. Dia sedang mempertimbangkan untuk meminta maaf sama Erky. Della pun mencoba mengintip dari jendela kamarnya, yang bisa melihat langsung ke arah kamar Erky .
Ternyata Erky baru selesai mandi, erky terlihat sedang bercermin dan memperhatikan bekas luka nya.
Della pun memutuskan ke rumah Erky sambil membawa kotak obat.
Tok
Tok
Tok
Erky yang mendengar ada yang mengetuk pintu, dia pun langsung ke depan untuk membuka pintu. Dan terlihat Della disana dengan menggunakan Baju kemeja rumahan serta membawa kotak P3K.
"Hhmm.. hai ky. Gue boleh masuk gak?" Tanya della .
Terlihat sekali kecanggungan di antara mereka. Tapi Erky tetap membiarkan Della masuk ke dalam rumah nya. Della pun langsung duduk di sofa.
"Mau ngapain?" Tanya Erky.
"Gue mau minta maaf soal masalah tadi di sekolah" jawab Della.
"lo benar gak mau jelasin apa apa sama gue? " tanya erky.
"Kita obatin dulu luka lo, sini duduk" pinta Della sambil menarik tangan Erky dan meminta Erky duduk di sebelah nya.
Della pun mulai mengobati luka luka erky. Dia membersihkan dulu luka luka nya, Della memberikan salep di sekitar pelipis dan pinggir bibir Erky yang terluka. Ada beberapa sobekan yang terlihat . Lebam lebam di pipi Erky pun sudah meninggalkan warna biru disana. Della dengan telaten membalurkan salep di tiap luka nya, Erky pun meringis perih ketika salep itu menyentuh lukanya .
"Sakit banget ya ky? Maaf ya.." ucap Della . Della pun meniup luka luka yang ada di wajah Erky . Erky pun mengalihkan fokusnya . Ia malah lebih tertarik dengan gerakan bibir Della yang sedang meniup lukanya.
Ada perasaan aneh yang Erky rasakan. Entah kenapa tiba tiba hawa panas terasa dalam tubuh Erky. Erky memperhatikan wajah Della dan menurunkan pandangan ke bibir Della.
Glukk...
Erky menelan ludahnya . Ada perasaan asing yang erky rasakan, dan Erky tahu itu.
"Yang mana lagi yang sakit ky?" Tanya della.
Erky pun dengan polosnya menunjuk ke arah pinggang nya. Della pun dengan spontan menaikan kaos baju Erky dan memeriksa pinggang Erky, benar saja di sana ada tanda lebam Ungu.
Della pun langsung memberikan salep disana, erky pun kaget ketika tangan dingin della menyentuh kulitnya langsung .
"Eehh.. sakit ya ky ." Tanya della.
Bagai disiram bensin, hawa panas yang Erky rasa tadi malah makin terasa ..
"Dell... " panggil Erky .
"Hhmm ... " jawab della sambil mengalihkan pandangan nya ke Erky.
Tiba tiba saja ..
Eehhhmmmppp...
Erky menggerakkan wajahnya lebih rendah. Dia mencium bibir Della. Entah untuk alasan apa, entah untuk mengungkapkan apa, bibirnya mengecup singkat, lalu menarik kembali wajahnya dengan perlahan.
Dari jarak yang benar benar dekat, Della mampu melihat mata Erky yang sekarang mengerjap lemah, menatapnya gamang. Selama beberapa saat, keduanya terdiam. Hanya saling menatap.
Namun, setelah detik demi detik yang hening itu berganti, Erky bangkit. Dua tangannya mengurung paha Della dan wajahnya bergerak mendekat. Erky mencium bibir Della kembali. Sekali. Dua kali. Kecupan ringan itu berubah menjadi lumatan lembut saat tahu Della menerimanya dengan baik. Hangat. Lembut. Perlahan. Namun Della dapat merasakan seluruh isi dadanya seperti ditarik. Ada rasa tertahan yang kini seolah lepas. Ada sesak yang berubah lega. Ada... hal tersembunyi yang kini terungkap secara tersirat.