“Sabar, ya. Dua bulan lagi mereka lulus kok. Kita nggak akan ketemu lagi,” hibur Risa. Aluna diam di dekat lapangan basket, berjemur karena bajunya basah. Tak lama, Davin datang, menutupi tubuh Aluna dengan jaketnya. Aluna menoleh. Davin pun duduk di samping Aluna. “Ini aku sengaja, Kak, biar bajuku kering, malah ditutupi,” protes Aluna sambil melipat jaket Davin. “Tapi, tali surgamu kelihatan,” balas Davin sambil tersenyum menggoda. “Iya kah?” Aluna menoleh ke belakang, mengecek seragamnya. “Hmm. Kenapa basah gitu?” “Biasa, ulah Naya,” jawab Aluna. “Kamu mau bebas dari geng itu?” tanya Davin, menatap serius. “Gimana caranya?” tanya Aluna penuh harap. “Pacaran sama aku. Dijamin mereka nggak akan ganggu kamu lagi,” kata Davin, tersenyum penuh kemenangan. “Aku tuh cuma ingin belaj

