“Siapa kamu?” tanya Aluna, suaranya parau. Kepalanya masih berdenyut hebat, pandangannya kabur, sulit melihat jelas laki-laki di hadapannya. “Aku Baskara, suami kamu,” jawab laki-laki itu dengan nada yang dalam dan familiar. Aluna tertegun. “Apa? Mas Baskara kan lagi sama Papanya!” serunya, namun sedetik kemudian ia sadar, laki-laki inilah yang selalu hadir dalam mimpinya. “Kamu... kamu kan laki-laki yang selalu ada di mimpi aku!” “Ya, Aluna, aku suami kamu. Maafkan aku, Aluna,” ucap laki-laki itu. Ia langsung memeluk Aluna dengan erat. Dalam pelukan itu, Aluna merasakan sesuatu yang aneh. Ia merasa familiar, seolah sering mendapatkan pelukan yang sama. Kilasan memori Aluna kembali, sedikit demi sedikit, menyeruak. Namun, kepalanya terus berdenyut. Ia menjerit kesakitan dalam pelukan B

