Bertemu Teman

894 Kata

Aluna membuka matanya malam itu. Suasana hening di kamar VVIP rumah sakit. ​Ia meraba-raba kasur, mencari pegangan. Ia ingin duduk. Aluna memegang selang infus di tangannya—ia tahu betul dia berada di rumah sakit saat ini. ​"Ibu sudah bangun?" ucap Santi, langsung sigap. ​Aluna mengangguk. "Aku lapar," katanya pelan. ​"Iya, ini makanan sudah siap dari tadi. Saya suapin, ya," ucap Santi dengan lembut. ​"Tuan telepon terus dari tadi, Bu. Mau ngobrol," lapor Santi. ​"Nggak," jawab Aluna tegas. Dia masih marah. ​"Baik, nanti saya bilang," ucap Santi. ​Aluna masih memikirkan wanita yang tadi menghajarnya. Siapa dia? Apa aku pelakor? tanya Aluna dalam hati. Apa aku merebut Baskara darinya? Kenapa aku jahat? ​Ia ingin mencari jawaban dari semua pertanyaan yang membelenggunya, tetapi ia h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN