Cerita Masa Lalu

788 Kata

Malam harinya, Baskara datang. Ia membawa banyak makanan kesukaan Aluna, berusaha keras meredakan amarah istrinya. ​"Sayang, maaf aku telat," ucap Baskara, nadanya penuh sesal. ​Aluna tak menjawab. Ia memalingkan wajahnya, punggungnya menghadap Baskara. ​"Kamu masih marah?" tanya Baskara. Aluna tetap diam, keheningan menyelimuti ruangan. ​"Al," panggil Baskara, menggunakan panggilan kesayangan mereka. "Mau makan?" ​"Aku bawa makanan kesukaan kamu," bujuk Baskara dengan sabar. "Makan, ya," ucap Baskara sambil mengusap rambut Aluna lembut. ​"Siapa wanita kemarin?" tanya Aluna, suaranya pelan namun menusuk. ​"Dia mantan aku. Kita sudah lama putus, tapi dia memang sering gitu, datang nggak jelas," jawab Baskara, memberikan jawaban yang terencana. ​"Tapi dia bilang aku rebut kamu dari d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN