Di tengah rasa sakit kepala yang menusuk, Aluna membuka matanya. Memori masa lalunya ditarik kembali ke zaman ia masih duduk di bangku kelas 3 SMP, saat ibu dan ayahnya masih ada. Suasana rumah Aluna terasa hangat dan nyaman. Rumah model zaman Belanda itu memiliki halaman yang luas. Di dalamnya terdapat empat kamar, dapur yang lapang dan meja makan yang rapi. Di dapur yang bersih itu, seorang ibu sedang asyik memasak. "Ibu," panggil Aluna lembut. "Hai, anak Ibu sudah bangun?" sambut Bu Titi (Ibu Aluna), sambil mengiris bawang. Wajahnya berseri. Aluna melihat sekeliling rumah itu, ia merasakan kerinduan yang mendalam. Kerinduan pada semuanya: ibu, Bima, dan ayahnya. "Lagi masak apa, Bu?" tanya Aluna, mendekat ke kompor. "Sayur sop. Kamu kan tadi minta," jawab Bu Titi sambil tersenyum

