Kekerasan Sang Ayah

1225 Kata

Hari-hari Aluna berlalu damai tanpa kehadiran ayahnya di rumah selama seminggu. Hanya saja, rumah terasa sepi dan yang paling terasa adalah ketiadaan makanan atau uang jajan. Bima, kakaknya, bekerja paruh waktu sambil kuliah, dan penghasilannya hanya cukup untuk biaya kuliahnya sendiri serta kebutuhan sehari-hari. Malam itu, Putra dan Risa datang berkunjung. “Al, main, yuk!” ajak mereka dengan ceria. Aluna yang sedang lemas menahan rasa lapar bangkit dan menghampiri kedua sahabatnya. “Ke mana?” tanyanya pelan. “Main! Kita jajan, hayu!” ajak Risa sambil menarik tangan Aluna. Aluna mengambil jaketnya. Mereka pun pergi bertiga, meninggalkan rumah yang gelap. Di tengah perjalanan, Risa menatap wajah Aluna yang tampak pucat. “Lo pucat banget, Al,” ujar Risa, penuh perhatian. Aluna menghe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN